Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat langkah antisipasi ketahanan pangan menghadapi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap aman di tengah potensi gangguan produksi di berbagai daerah pemasok.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengatakan Jakarta sebagai daerah yang bergantung pada pasokan dari luar harus memperkuat kerja sama dengan wilayah penghasil pangan. Pemprov DKI juga siap memberikan bantuan kepada daerah terdampak agar produksi tetap berjalan.
Baca Juga :
Pramono Ingatkan Dampak Buruk El Nino bagi Saluran PernapasanPramono menjelaskan, bantua pompa air untuk mendukung pertanian di daerah yang mengalami kekeringan. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan pangan ke ibu kota.
Ilustrasi: Pexels
Selain itu, Pemprov DKI memperkuat cadangan pangan, khususnya komoditas strategis seperti daging. Melalui BUMD Dharma Jaya, Jakarta menambah impor sapi dari Australia guna memastikan ketersediaan stok tetap terjaga.
"Impor kurang lebih 3.000, kali ini 7.500 target, saya izinkan untuk segera dimasukkan lebih baik stoknya ada di Jakarta daripada kemudian masih harus menunggu di luar" ungkap Pramono.
Pemprov juga mewaspadai komoditas lain seperti beras yang sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Berbagai langkah antisipasi disiapkan untuk menekan potensi kenaikan harga dan menjaga stabilitas inflasi.
Pemprov DKI memastikan akan terus memantau perkembangan dampak El Nino dan menyiapkan langkah lanjutan jika diperlukan. Pemerintah optimistis kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi di tengah tekanan perubahan iklim.




