REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI - Menjelang hari yang sering diam-diam ditunggu tapi juga bikin dada berdebar, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menyiapkan satu panggung yang bukan sekadar panggung di BSI Convention Center (BSI Convex), Kaliabang, Bekasi pada Selasa, 21 April 2026 nanti.
Ribuan langkah mahasiswa akan berhenti sejenak di satu titik bernama wisuda. Bukan untuk mengakhiri, tapi justru untuk memulai sesuatu yang lebih luas dari ruang kelas di kampus.
Momen ini akan mempertemukan ribuan wisudawan dan wisudawati dengan versi terbaik dari diri mereka yang dulu pernah ragu, pernah lelah, bahkan hampir menyerah. Kini, semua itu dirangkum dalam satu hari yang terasa singkat, tapi maknanya panjang.
Yang menarik, suasana wisuda ini tidak hanya diisi dengan prosesi formal yang khidmat. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif sengaja menghadirkan nuansa yang lebih hidup, lebih hangat, lebih dekat dengan jiwa generasi hari ini.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kehadiran Onco Flash sebagai penghibur menjadi warna tersendiri, mengubah ruang yang biasanya penuh haru menjadi juga penuh tawa, tepuk tangan, dan mungkin sedikit goyangan kecil di kursi wisuda.
Karena pada akhirnya, merayakan pencapaian tidak harus selalu kaku. Kadang, justru perlu dirayakan dengan cara yang lebih jujur, dengan bahagia yang tidak ditahan.
Wakil Rektor II Bidang Non Akademik UBSI, Adi Supriyatna mengatakan wisuda bukan hanya seremoni administratif, melainkan bentuk penghargaan atas perjalanan panjang yang telah dilalui mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa setiap lulusan membawa cerita yang berbeda, namun memiliki satu kesamaan. Keteguhan untuk sampai di titik ini.
“UBSI ingin memastikan bahwa setiap wisudawan tidak hanya pulang membawa ijazah, tetapi juga pengalaman yang membekas. Sebuah momen yang kelak akan mereka ingat bukan karena megahnya acara, tapi karena perasaan yang hadir di dalamnya,” ungkap Adi dalam keterangan resminya pada Jumat (17/4/2026).
Dia menyampaikan harapannya agar para lulusan mampu melangkah dengan percaya diri di tengah dunia yang terus berubah. Dunia yang tidak lagi hanya bertanya “apa gelarmu?”, tetapi “apa kontribusimu?”.
Di tengah semarak wisuda ke-63 UBSI ini, ada satu hal yang mungkin tidak tertulis di rundown acara, tapi terasa di udara yakni rasa lega, bangga, dan sedikit takut yang bercampur jadi satu. Karena setelah toga dilepas, hidup benar-benar dimulai. Dan di sanalah, kisah sesungguhnya menunggu untuk ditulis.