Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah Koalisi Masyarakat Sipil menyerahkan surat aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus untuk Presiden Prabowo Subianto. Surat tersebut ditulis langsung oleh Andrie Yunus yang merupakan korban teror penyiraman air keras.
Adapun koalisi masyarakat mendatangi Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026). Sejumlah koalisi sipil yang tergabung yakni, Indonesia Corruption Watch (ICW), SAFENet, Lembaga Bantuan Hukum (LBH), KontraS, hingga Amnesty Internasional Indonesia.
Advertisement
"Itu juga kemarin sudah kita sampaikan surat pemberitahuan dan juga surat kepada pihak Kemensetneg bahwa kita akan menyerahkan surat itu. Dan kami juga membawa surat langsung dari Andrie Yunus, yang ditulis oleh Andrie Yunus untuk diserahkan kepada Kementerian Sekretariat Negara," kata Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya kepada wartawan di Kementerian Sekretariat Negara, Jumat (17/4/2026).
Dalam suratnya untuk Prabowo, Andrie Yunus mendesak pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk membawa kasus penyiraman air keras kepadanya ke peradilan umum. Hal ini agar kasus tersebut dapat diusut secara transparan dan mengungkap aktor intelektualnya.




