Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, melantik 23 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Embarkasi Sukolilo Surabaya (Ahess), Jumat (17/4). 23 petugas tersebut berasal dari 14 embarkasi di beberapa daerah.
Irfan didampingi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa beserta jajarannya telah tiba di Ahess sejak sekitar pukul 10.00 WIB.
Ia kemudian memberikan sambutan di hadapan puluhan PPIH yang hadir di Gedung Muzdalifah Ahess. Setelah itu, Irfan beserta rombongan meninjau kesiapan makanan saat penerbangan para jemaah haji nantinya.
Sejumlah makanan ditunjukkan di atas meja oleh maskapai penerbangan. Beberapa menu dituliskan disertai dengan rasio dan nilai gizinya.
Irfan mengatakan, dalam pelantikan ini, ia menilai para petugas telah telah bekerja dan menyiapkan keperluan para jemaah, termasuk visa.
"Pelantikan baru hari ini, tapi mereka sudah bekerja jauh sebelumnya. Dan alhamdulillah semuanya sudah siap, terutama terkaitkan dengan dokumen-dokumen yang diperlukan. Semua visa jemaah haji kita sudah keluar. Jadi itu artinya kerja keras mereka sudah terbayar. (Termasuk embarkasi Surabaya visa) sudah semua," kata Irfan di Gedung Muzdalifah Ahess, Jumat (17/4).
Kemudian, ia mengatakan untuk kesiapan asrama haji Surabaya masih belum 100 persen bisa dipergunakan. Meski begitu, pihaknya akan terus memperbaiki hingga pasca penyelenggaraan haji untuk pelayanan para jemaah.
"Asrama Haji Sukolilo memang kami terima dari Kemenag itu masih banyak yang kurang bagus, tapi berkat kerja sama dari semua pihak, termasuk dengan provinsi kita sudah sedikit-sedikit kita perbaiki, karena waktunya sangat mepet sebagian kecil kita perbaiki, nanti setelah pasca-proses haji kita lanjutkan perbaikannya, sehingga kita harapkan tahun depan semuanya sudah 100 persen siap. Harus kami akui tahun ini sebagian masih belum bisa kita gunakan," ucapnya.
Lalu, terkait opsi pembukaan embarkasi tanpa asrama di daerah lain, Irfan akan mulai menerapkan di tahun ini. Salah satunya di daerah Yogyakarta yang bekerja sama dengan hotel di kawasan bandara.
"Hari ini kita coba tahun ini, kita coba Yogyakarta. Jogja kebetulan ada hotel yang berdekatan dan tidak jauh dari bandara. Kita uji coba untuk tahun ini," katanya.
"Kemarin kita sudah simulasi dua kali dan alhamdulillah semuanya jalan. Mudah-mudahan dengan dua kali simulasi kita temukan beberapa kekurangan, nanti bisa berjalan dengan baik. Kalau ini berhasil mungkin bisa berkembang ke daerah-daerah lain yang ingin menjadi embarkasi tanpa memiliki asrama haji," imbuhnya.
Selain Yogyakarta, kata Irfan, kemungkinan pihaknya juga akan membuka embarkasi tanpa asrama di sejumlah wilayah yang dimulai tahun depan.
Namun, hal tersebut haru berdasarkan uji kelayakan tertentu yang dikoordinasikan dengan pemerintah setempat.
"Bandara pasti dengan kelayakan-kelayakan tertentu. Jawa Timur seperti saya sampaikan, izin ke Bu Khofifah. Tahun depan kita tambah Doho. Ada Juanda, ada Doho Kediri," katanya.
"Jadi kita sudah mulai persiapan, secara fisik, secara teknis, bandaranya bagus, layak. Bahkan untuk pesawat besar pun Triple Seven pun oke. Tapi mungkin kita bicara asrama hajinya yang mungkin harus kita diskusikan lagi dengan pemprov," imbuh dia.





