Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yakin kesepakatan untuk mengakhiri perang di Iran segera terwujud, Kamis (16/4). Ia menyebut AS dan Iran akan bertemu akhir pekan ini untuk membahas upaya mengakhiri perang.
Trump mengatakan tujuan utama pertemuan adalah membahas perpanjangan gencatan senjata selama dua pekan. Sementara itu, Iran diketahui menginginkan perjanjian untuk mengakhiri perang, bukan sekadar perpanjangan.
“Kita akan melihat apa yang terjadi. Tapi, saya pikir kita akan semakin dekat mencapai kesepakatan dengan Iran,” ucap Trump, seperti dikutip dari Reuters.
“Perang akan segera berakhir,” sambungnya.
Ia kemudian memastikan akan hadir di Islamabad, yang menjadi lokasi negosiasi, jika kesepakatan dengan Iran terwujud.
Keputusan AS berperang dengan Iran turut membuat popularitas Trump di dalam negeri menurun. Hal ini terjadi menjelang pemilu sela yang akan berlangsung beberapa bulan lagi di AS.
Serangan AS yang dibantu Israel ke Iran telah berlangsung sejak 28 Februari 2026. Konflik tersebut memicu kenaikan harga minyak dunia.
Sejumlah pakar memprediksi, jika perang di Iran berlangsung lebih lama, dunia bisa terjerumus ke dalam resesi.
Sementara itu, seorang sumber di Pakistan mengungkapkan terdapat kemajuan dalam persiapan negosiasi AS-Iran. Ia optimistis kesepakatan dapat tercapai.
“Kesepakatan rinci akan menyusul kemudian. Kedua belah pihak pada prinsipnya telah menyetujui, dan detail teknis akan dibahas lebih lanjut,” kata sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim.





