BGN: 65 persen masyarakat Indonesia perlukan MBG

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Pangkalpinang (ANTARA) - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya menyebutkan 65 persen masyarakat Indonesia memerlukan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena berhasil meningkatkan asupan gizi penerima manfaat dan memperkuat perekonomian di daerah.

"Alhamdulillah, berdasarkan survei, sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia memerlukan Program MBG ini," kata Sony Sanjaya saat Rapat Konsolidasi Program MBG di Pangkalpinang, Jumat.

Baca juga: Ombudsman temukan distribusi MBG di Babel gunakan kendaraan terbuka

Ia menyatakan Rapat Konsolidasi Program MBG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung guna mengoptimalkan Program MBG untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkualitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga dapat memperkuat perekonomian Indonesia.

"Kami datang ke sini untuk bersama-sama saling mengingatkan. Ayo kita melaksanakan Program MBG secara optimal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian masyarakat di daerah ini," katanya.

Menurut dia, apabila terjadi kesalahan teknis pelaksanaan Program MBG di lapangan tentunya akan dimitigasi dan langkah mitigasi ini dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG di daerah tersebut.

"Kita terus mengawasi SPPG ini dan apabila ditemukan pelanggaran, akan dinonaktifkan sementara untuk mengoptimalkan Program MBG ini," ujarnya.

Ia menyatakan SPPG yang dinonaktifkan ini karena adanya beberapa penyebab, di antaranya adanya kejadian-kejadian yang menonjol terkait konsumsi MBG yang disebabkan SPPG melanggar standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan BGN.

Baca juga: Ombudsman Babel awasi SPPG pastikan keamanan MBG

Baca juga: Dinkes catat tiga SPPG di Pangkalpinang kantongi SLHS

Pelanggaran SOP ini, misalnya masak menu daging ayam yang disiapkan pukul 17.00 WIB, kemudian dimasak dan dibagikan serta dikonsumsi penerima manfaat pada esok harinya pukul 08.00 WIB dan ini sudah melanggar SOP, maka SPPG tersebut dilakukan penonaktifan sementara untuk dilakukan perbaikan.

Selain itu, sarana dan prasarana di dapur SPPG yang tidak sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan BGN.

"Bagi SPPG yang dapurnya tidak sesuai spesifikasi yang ditetapkan dilakukan penindakan penghentian sementara untuk dilakukan perbaikan. Apabila sudah memenuhi spesifikasi yang ditentukan, SPPG tersebut harus bersurat ke BGN untuk beroperasi kembali," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Helikopter Airbus H130 PK-CFX Jatuh di Sekadau, Tim SAR Lakukan Evakuasi
• 14 jam laludetik.com
thumb
Investor Terancam Rugi karena Delisting, Bagaimana Tips Mengindar dari Rugi??
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
ASG EXPO 2026 Hadir Lebih Besar di PIK Avenue! Tawarkan Hunian Premium, Mobil Listrik, hingga Peluang Investasi
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Mensos Tegaskan 11 Juta Peserta PBI JKN Tidak Dicoret, Tapi Dialihkan ke yang Berhak
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Saham PGEO, BRPT hingga MYOR Tekan Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.