Cerita Fikri, Bocah Pemulung yang Kini Jadi Murid Sekolah Rakyat

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Videonya saat berburu barang di jalanan sempat viral, hingga negara hadir dan kini dia menemukan kehidupan baru di Sekolah Rakyat.  

Cerita Fikri, Bocah Pemulung yang Kini Jadi Murid Sekolah Rakyat

IDXChannel - Kerasnya kehidupan memaksa Fikri yang baru berusia 6 tahun harus memulung barang bekas untuk menyambung hidup.

Videonya saat berburu barang di jalanan sempat viral, hingga negara hadir dan kini dia menemukan kehidupan baru di Sekolah Rakyat.  

Baca Juga:
Cegah KKN, Mensos Tegaskan Tak Boleh Ada Titipan Siswa di Sekolah Rakyat 

Fikri merupakan anak kedua dari pasangan Sri dan M. Ulmi. Kehidupan Fikri tidak sama seperti anak-anak seusianya. Di saat anak-anak lain bermain bola, petak umpet atau bahkan belajar bersama orang tuanya, Fikri harus mengais sampah, mencari botol-botol kosong yang bisa ia jual kembali untuk menyambung hidup. 

Kedua orang tua Fikri kini sudah berpisah dan menjalani kehidupan masing-masing. Perpisahan itu juga yang membuat Fikri terpisah dari ketiga saudaranya.

Baca Juga:
Prabowo Ingin Setiap Kabupaten dan Kota Punya Sekolah Rakyat

Dia dan adiknya Noval (4) tinggal bersama ayahnya di Jakarta, sementara kakaknya tinggal bersama paman di Cianjur dan adik bungsunya tinggal bersama ibu mereka yang kini sudah menikah lagi di Cibugel, Sumedang. 

Lika-liku kehidupan Fikri pun berlanjut. Ayah sambung yang merawatnya saat ini mendekam di balik jeruji besi. Fikri pun terpaksa memulung untuk membantu neneknya menghidupi dia dan adiknya. Saat itulah videonya menjadi viral dan mengusik rasa iba banyak orang. 

Baca Juga:
Menteri PU Apresiasi WSKT Bangun Sekolah Rakyat Surabaya, Begini Progresnya

Siapa sangka, video viral tersebut justru menjadi titik balik kehidupan Fikri dan mengantarkannya ke Sekolah Rakyat. Pihak kepolisian mengantarkan Fikri kepada ibunya di Sumedang.

Namun karena keadaan keluarga ibunya pun kurang layak dan usia Fikri sudah memasuki usia sekolah, dia pun diusulkan untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 4 Sumedang menyambut kedatangan Fikri pada 30 Maret 2026 lalu dengan tangan terbuka.

Awalnya, Fikri masih kesulitan beradaptasi. Dia harus tinggal bersama orang-orang baru yang belum ia kenal. Namun para wali asuh, wali asrama dan juga guru pantang menyerah menaklukkan hati Fikri dan membantunya menyesuaikan diri di Sekolah Rakyat.

Karena kegigihan itu, Fikri yang tadinya murung kini kerap tersenyum dan tertawa lepas. Anak-anak yang lebih tua pun menyayanginya karena tingkahnya yang lucu dan menggemaskan. Tak heran, Fikri merasa bahagia tinggal di Sekolah Rakyat. 

"Aku tinggal di sini (Sekolah Rakyat). Sekolahnya seru. Aku jadi ngerasain punya kakak, punya bapak, punya ibu, banyak teman juga. semua baik-baik," kata Fikri sembari tersenyum malu. 

Bagi Fikri, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar. Di sini, ia menemukan tangan-tangan yang memeluknya hangat, menggendongnya, menepuk kepalanya saat ia berhasil mencoba sesuatu dan menepuk punggungnya memberikan semangat saat ia mencoba.

Dia juga menemukan banyak teman. Mereka bersenda gurau, tertawa dan berlarian bersama layaknya anak-anak usia mereka, sebuah kemewahan sederhana yang tidak bisa Fikri rasakan sebelumnya. 

Tak hanya itu, kini Fikri tak perlu khawatir merasa lapar. Sekolah Rakyat menyediakan makanan bergizi untuknya dan seluruh anak yang ada di Sekolah Rakyat. Fikri pun mengaku menyukai makanan yang ada di sana karena menu yang disajikan enak. 

"Aku juga bisa makan, makanannya enak banget. Aku jadi kuat," kata Fikri. 

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ribuan Ikan Ditebar Harry Kiss, Warga Antusias Mancing di Area Makam Vidi Aldiano
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Link Live Streaming Bhayangkara FC Vs PSIM, Mulai Sore Ini Jam 15.30 WIB
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Influenser Buat Dashboard AI Anggaran Pemerintah, Ada yang Diberi Label Aneh
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
DPW NasDem Maluku Sikapi Pemberitaan Majalah Tempo
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Pabrik Mulia Boga Raya (KEJU) di Sumedang Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2026
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.