REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Adhi Karya (Persero) Tbk memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam menjalankan oeprasional bisnis. Penerapan ESG bertujuan menjaga kinerja operasional sekaligus mengelola risiko.
Perusahaan mengintegrasikan ESG ke dalam kebijakan dan aktivitas operasional di seluruh lini usaha. ADHI menerapkan 11 kebijakan ESG yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Implementasi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis.
Baca Juga
Membumikan Prinsip ESG di Gemerlap Panggung Puteri Indonesia 2026
Pendekatan ESG Tingkatkan Dampak Program Filantropi
WTJJ Integrasikan ESG di Sektor Infrastruktur Air
Pada aspek lingkungan, perusahaan menjalankan program seperti green construction, sistem manajemen energi berbasis ISO 50001, pengelolaan limbah, serta upaya pengurangan emisi gas rumah kaca. Selain itu, kegiatan penanaman pohon dan rehabilitasi mangrove juga dilakukan untuk mendukung pelestarian ekosistem.
Di sisi sosial, ADHI menjalankan program keselamatan kerja, pengembangan sumber daya manusia, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah. Perusahaan juga memperkuat hubungan industrial dan meningkatkan kesejahteraan karyawan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sementara pada aspek tata kelola, ADHI memperkuat sistem pengawasan melalui program anti-korupsi, sistem pelaporan pelanggaran, serta peningkatan kepatuhan dan etika perusahaan.
General Manager Strategi Korporasi ADHI Parwanto Noegroho mengatakan, penerapan ESG menjadi bagian dari transformasi bisnis. “ADHI tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Melalui implementasi ESG, kami memastikan bahwa setiap langkah bisnis yang dilakukan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Integrasi ESG juga didukung oleh penguatan manajemen risiko untuk menjaga kesinambungan usaha. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tuntutan keberlanjutan yang semakin tinggi.
ADHI menilai penerapan ESG tidak hanya berdampak pada operasional, tetapi juga memperkuat fundamental bisnis dalam jangka panjang. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.