KNKT Investigasi Jatuhnya Helikopter H130 di Kalbar, Kumpulkan Data-Wawancara

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menginvestigasi jatuhnya helikopter H130 PK-CFX di Kecamatan Nanga Taman, Desa Tapang Tingang, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4).

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengungkapkan investigasi sudah dimulai sejak helikopter dilaporkan hilang. KNKT telah menelusuri sejumlah data terkait helikopter dan kru.

"Investigasinya mulai dari kemarin sejak helikopter hilang. Kita ngumpul-ngumpulin nama krunya, terus license-nya nomornya berapa, terus kita minta data-data pendukung dari operator, dari regulator, terus dari hasil apa, cek yang setiap enam bulanan seperti apa," kata Soerjanto saat dihubungi, Jumat (17/4).

Soerjanto menyebut, investigator KNKT telah tiba di Pontianak sekitar pukul 14.00 WIB. Tim dijadwalkan menuju lokasi kejadian pada Sabtu (18/4) untuk mengumpulkan data.

"Investigator KNKT baru sampai di Pontianak jam 2 siangan, karena naik pesawat jam 11-an. Teman-teman besok pagi mau menuju ke tempat lokasi kejadian, terus nanti mau ngumpul-ngumpulin data-data," ujarnya.

Fokus pada Komponen Helikopter

Pada tahap awal investigasi, KNKT akan mengumpulkan data terkait komponen helikopter. Data tersebut nantinya dibawa ke Jakarta untuk dianalisis lebih lanjut.

"Yang menjadi concern untuk komponen-komponen helikopter yang bisa dibawa untuk investigasi nanti kita kumpulkan terus nanti kita kirim ke Jakarta untuk dievaluasi lebih lanjut," sebut Soerjanto.

Selain itu, KNKT akan melakukan wawancara dengan sejumlah pihak terkait.

"Termasuk nanti interview dengan personel maintenance-nya, terus interview dengan manajemennya, terus interview dengan dispatcher-nya, terus kita juga akan berkomunikasi dengan pabrikan helikopternya," tuturnya.

Durasi Investigasi Belum Ditentukan

Soerjanto menegaskan penyebab jatuhnya helikopter baru bisa diketahui setelah seluruh proses investigasi selesai. Durasi investigasi pun belum dapat dipastikan.

"Jadi nanti setelah barang dikumpul kita bikin investigation plan, apa yang perlu diperiksa, periksanya di mana, kapan selesainya, baru bisa kita memprediksikan kapan selesainya setelah data-datanya terkumpul," jelasnya.

Ia juga tidak menutup kemungkinan ada komponen yang harus diperiksa di luar negeri, yang berpotensi membuat proses investigasi memakan waktu lebih lama.

"Kalau ada hal yang harus diperiksa ke luar negeri kan juga ngirim, nunggu analisa di sana, nunggu dibongkar, nunggu itu juga cukup lama," ujarnya.

8 Korban Meninggal Dunia

Dalam insiden tersebut, delapan orang dilaporkan meninggal dunia, terdiri dari enam penumpang dan dua kru.

Satu korban merupakan warga negara asing (WNA) asal Malaysia, sementara tujuh lainnya warga negara Indonesia (WNI), seluruhnya laki-laki.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Subur, menyatakan seluruh korban telah teridentifikasi.

"Sudah teridentifikasi semua, tinggal pihak keluarga nanti akan ada kesesuaian, dicocokkan lagi," ujar Subur dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Pontianak.

Jenazah rencananya akan diserahkan kepada keluarga setelah proses rekonsiliasi oleh tim dokter dan DVI Polda Kalimantan Barat selesai.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PM Greenland Jens-Frederik Nielsen Waspadai Ambisi AS, Masyarakat Diliputi Ketakutan hingga Kemarahan
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Arab Saudi Tolak Serangan ke Iran, Dubes Faisal Ungkap Dampak Krisis Energi Global
• 8 jam lalumatamata.com
thumb
Lionel Messi beli klub kasta kelima Liga Spanyol UE Cornella
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
HUT ke-62 Dharma Pertiwi, Panglima TNI Apresiasi Peran Istri Prajurit
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Ketum PSSI Erick Thohir Beri Kabar Buruk Buat Dean Zandbergen dan Luke Vickery, Calon Pemain Timnas Indonesia Harus Gigit Jari
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.