7 Menu Andalan Atasi Stunting di Ngawi, Sup Matahari Paling Disukai

metrotvnews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Ngawi: Pemerintah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur tampak serius dalam penanganan stunting atau gizi buruk. Di dinding tiap kantor desa dan kecamatan, terpampang daftar sasaran penanganan stunting secara lengkap. Di salah satu desa bahkan terpampang lengkap menu makanan serta informasi-informasi mengenai gizi yang penting bagi anak-anak, remaja, dan ibu hamil.

Salah satu desa tersebut merupakan desa model Program Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia (PASTI). Kamis pagi, 16 April 2026, para ibu-ibu penerima manfaat program PASTI yang juga sasaran penanganan stunting sudah berkumpul di ruangan itu. Selain para ibu hamil, mereka juga mengajak serta anak-anak mereka.

Saat itu sedang digelar program Pos Gizi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Kompor beserta alat masak sudah siap di depan para penerima manfaat, lengkap dengan menu yang disajikan.

Di desa tersebut, terdapat 7 menu untuk penanganan stunting. Menu tersebut yaitu:

  1. Pizza Ikan
  2. Arem-arem Pelangi
  3. Kaki Dino Ayam
  4. Sup Matahari
  5. Burger Nasi Kepal
  6. Soes Syuka
  7. Satay Lele
Sup Matahari kaya protein dan serat Pada momen tersebut, menu yang disajikan adalah Sup Matahari. Sup Matahari menjadi favorit para ibu hamil dan anak-anak di kecamatan tersebut. Baik Sup Matahari maupun menu lain didapat dari para ahli gizi melalui Program PASTI.

Para relawan Pos Gizi DASHAT menyertakan keterangan lengkap berisi bahan dan cara memasaknya. Dengan demikian, para orang tua bisa membuatnya sama persis di rumah.

Olahan Sup Matahari menu penanganan stunting di Ngawi. Foto Metrotvnews.com/Marup Bahan:
  • Daging ayam 1 ¼ ptg sedang (51gr)
  • Ikan patin ½ ekor sedang (49gr)
  • Wortel ½ buah (5gr)
  • Kentang ½ buah sedang (45gr)
  • Tepung maizena ½ sdm (5gr)
  • Tepung terigu ½ sdm (5gr)
  • Telur ayam 1 butir kecil (45gr)
  • Daun kelor 1 genggam (10gr)
  • Bawang merah 3 siung (8gr)
  • Bawang putih 3 siung (8gr)
  • Garam 3 sdt (8gr)
  • Gula 2 ½ sdt (5gr)
  • Hati ayam 3 sdm (28gr)
  • Margarin 1 ½ sdm (18gr)
Cara Memasak:
  • Cincang halus daging ayam, ikan, hati ayam, wortel, kentang dan daun kelor lalu tumis bersama bawang putih dan bawang merah.
  • Setelah dingin campur adonan tepung terigu, kemudian kukus hingga matang.
  • Kocok telur dengan maizena kemudian dadar teflon atau wajan.
  • Masukkan semua bahan yang dicincang dan dikukus ke dalam tengah-tengah telur dadar dan sisihkan.
  • Tumis bawang merah dan bawang putih dengan margarin/minyak goreng kemudian kasih air tunggu sampai mendidih.
  • Sajikan telur dadar yang berisi semua bahan yang dicincang ke dalam mangkuk.
  • Tuang kuah sup di pinggir telur dadar dan sajikan.

Secara rasa dan aroma, Sup Matahari lebih mirip seperti kuah bakso. Termasuk dengan olahan daging dan sayurnya memiliki tektstur bakso, tapi lebih sedikit kenyal. Hal-hal tersebut mungkin yang menjadikan Sup Matahari sebagai menu favorit.

Partini, relawan Pos Gizi DASHAT di desa tersebut, mengakui, ketika awal memperkenalkan Sup Matahari, ibu-ibu kesulitan untuk mengolahnya. Tapi dengan adanya dokumentasi membuat mereka terbiasa.

"Dengan kita kemudian mendokumentasikan, kita foto dan kita kasih tahu terus kesini-sini karena sudah terbiasa, ya alhamdulillah sudah tidak merasa begitu sulit," jelasnya, kepada Metrotvnews.com, Kamis, 16 April 2026.

Relawan Pos Gizi Dashat menyiapkan Sup Matahari menu penanganan stunting di Ngawi. Foto Metrotvnews.com Kendala harga ?Risma, Ibu Baduta di desa tersebut mengakui rasa dan penampilan Sup Matahari membuat anaknya lahap menyantap hidangan tersebut. Meski demikian, ia menyebut kalau menu tersebut harganya terlalu mahal untuknya.

"Dari telur-telurnya, terus daging, terus ati itu kan mahal juga," terangnya.

Ia menyebut, meski tidak rutin mempraktikan di rumah tapi kebutuhan protein anak tetap terpenuhi. Solusinya adalah dengan mengganti sumber protein tersebut dengan sumber lain yang lebih terjangkau.

"Untungnya anak saya tidak pilih-pilih makanan," katanya.

Risma berharap, ada menu-menu baru selain ke 7 menu tersebut. Tentu menu-menu tersebut harus mempertimbangkan harga yang terjangkau semua kalangan. Program PASTI dan orevalensi stunting di Ngawi Prevalensi stunting di Kabupaten Ngawi mengalami tren yang positif. Pada tahun 2022, persentasenya sebesar 28.5% dan turun menjadi 11.4% pada tahun 2024.

Tren positif tersebut merupakan kolaborasi semua pihak termasuk program PASTI. Program PASTI adalah program kemitraan antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dengan, Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), dan PT Bank Central Asia Tbk dan diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia serta didukung Yayasan Cipta untuk percepatan pencegahan dan penurunan stunting dan perbaikan status gizi di Indonesia hingga Januari 2027.

Dari 19 Kecamatan di Kabupaten Ngawi, 2 di antaranya menjadi kecamatan dampingan Program PASTI. Tahun 2026 merupakan tahun keempat implementasi program di Kabupaten Ngawi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Shin Tae-yong Bongkar Caranya Pilih Susunan Pemain Terbaik saat Masih di Timnas Indonesia
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Dua Kebakaran BYD Menimbulkan Kekhawatiran tentang Keamanan Baterai
• 19 jam laluerabaru.net
thumb
Konflik Timur Tengah Belum Usai, Wamenhaj: Arab Saudi Menjamin Haji 2026 Berjalan Baik
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Pajak E-Commerce Segera Berlaku? DJP Tunggu Lampu Hijau Menkeu
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Pisang atau Jeruk, Mana Buah Terbaik untuk Sarapan?
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.