VIVA – Pengamat sepak bola nasional, Bung Ropan, mengkritik skema permainan Timnas Indonesia U-17 asuhan Kurniawan Dwi Yulianto setelah kalah dari Timnas Malaysia U-17 pada babak grup Piala AFF U-17 2026.
Kekalahan tersebut membuat posisi Indonesia sulit untuk lolos ke semifinal, sehingga wajib menang pada laga terakhir melawan Timnas Vietnam U-17.
Dalam analisisnya, Bung Ropan menyoroti pendekatan taktik yang digunakan sepanjang pertandingan melawan Malaysia. Ia mempertanyakan instruksi pelatih yang dinilai terlalu mengandalkan umpan panjang atau long ball sejak awal laga.
- YouTube Bung Ropan
"Apakah Kurniawan itu kemarin memang menginstruksikan pemain-pemain itu bermain long ball terus?" ucap Bung Ropan, dikutip VIVA.co.id dari kanal YouTube pribadinya Jumat, 17 April 2026.
Menurutnya, pola permainan tersebut terlihat konsisten sejak babak pertama, namun tidak memberikan hasil yang efektif. Bola-bola panjang yang dikirim dari lini belakang dengan mudah dipotong oleh barisan pertahanan Malaysia, sehingga alur serangan Indonesia kerap terhenti.
Kondisi ini dinilai memperlihatkan kurangnya variasi strategi dalam permainan. Meski skema yang diterapkan tidak berjalan optimal, tidak terlihat adanya perubahan signifikan dari tim pelatih sepanjang pertandingan berlangsung. Dampaknya, Indonesia kesulitan menciptakan peluang dan gagal mencetak gol balasan.
Akibat kekalahan tersebut, situasi Indonesia di klasemen menjadi lebih berat. Dengan satu pertandingan tersisa, kemenangan atas Vietnam menjadi satu-satunya opsi untuk menjaga peluang lolos. Namun, tantangan tersebut tidak mudah mengingat performa Vietnam yang impresif.
Tim Vietnam sebelumnya mencatatkan kemenangan besar, termasuk mengalahkan Malaysia dengan skor 4-0 serta Timor Leste dengan skor telak 10-0. Catatan ini menjadi peringatan bagi Indonesia yang baru meraih kemenangan meyakinkan saat menghadapi Timor Leste, namun tampil kurang konsisten di laga lainnya.
Bung Ropan pun menyarankan agar Kurniawan Dwi Yulianto melakukan evaluasi dan perubahan taktik jelang laga penentuan. Meski demikian, ia mengakui bahwa waktu persiapan yang singkat menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan penyesuaian strategi.
Situasi ini juga memunculkan kekhawatiran lebih luas, mengingat dalam waktu dekat skuad Garuda Muda akan menghadapi kompetisi yang lebih berat di level Asia, yakni Piala Asia U-17 2026.





