Helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air jatuh di Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Kamis (16/4). Warga sempat, Yohanes, mendengar suara ledakan yang keras dari dalam hutan.
"Saya mendengar ledakan besar saat sedang memotong kayu, saya dan rekan kerja juga merasakan kapal terbangnya (helikopter) itu seperti terbang rendah. Tidak lama kemudian, saya diberi tahu oleh Along bahwa ada puing-puing pesawat beserta korban. Setelah itu kami langsung melaporkan kepada petugas untuk segera dilakukan evakuasi,” ujar Yohanes saat ditemui di lokasi.
Lokasi jatuhnya pesawat pertama kali ditemukan oleh warga bernama Along. Ia mengetahui ada heli jatuh usai mencium bau bahan bakarnya.
“Saya sedang mencari tupai, lalu mencium aroma bahan bakar. Saya kemudian memanjat pohon untuk melihat, dan terlihat serpihan besar di bawah dengan kondisi ada orang di dalamnya, meski tidak terlalu jelas. Saya tidak berani mendekat dan langsung memanggil warga lain serta melaporkannya ke petugas,” jelasnya.
Informasi dari warga setempat membuat petugas SAR cepat menemukan lokasi jatuhnya helikopter tersebut. Tim SAR memastikan delapan orang yang berada dalam helikopter tersebut tewas.
Satu di antara delapan korban tewas ialah WN Malaysia. WNA tersebut bernama Patrick Kee Chuan Peng.
Seluruh Jenazah Berhasil DievakuasiTim SAR berhasil berhasil mengeluarkan seluruh korban dari badan helikopter. Seluruh jenazah berhasil dikeluarkan dari helikopter pada pukul 02.30 WIB dan dibawa menuju Posko Hulu Peniti.
"Jarak dari TKP ke lokasi Posko sekitar 2.5 jam berjalan kaki dengan kondisi gelap, jalan licin curam, dan berbatuan," sebut kata Kabid Humas Polda Metro Kalimantan Barat, Kombes Pol Bambang Suharyono, saat dikonfirmasi, Jumat (17/4).
Jenazah pun tiba di Posko Hulu Peniti pukul 04.52 WIB. Lalu jenazah pun dibawa menuju Kompi B Yonif 642 menggunakan delapan mobil ambulans. Berikutnya jenazah dijemput menggunakan helikopter untuk dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak.
Korban DiidentifikasiKarumkit RS Bhayangkara Pontianak, Kombes Pol J. Ginting, mengatakan setelah korban diterima, petugas langsung melakukan identifikasi jenazah korban oleh tim dokter dan DVI Polda Kalbar.
"Apa yang ditemukan oleh tim di TKP sudah dibawa untuk melengkapi identifikasi," kata Ginting kepada wartawan di lokasi.
Sejumlah keluarga korban terlihat sudah menunggu di rumah sakit. Mereka mendatangi pos antemortem untuk keperluan identifikasi korban.
KNKT InvestigasiKomite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menginvestigasi jatuhnya helikopter H130 tersebut. Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengungkapkan investigasi sudah dimulai sejak helikopter dilaporkan hilang. KNKT telah menelusuri sejumlah data terkait helikopter dan kru.
"Investigasinya mulai dari kemarin sejak helikopter hilang. Kita ngumpul-ngumpulin nama krunya, terus license-nya nomornya berapa, terus kita minta data-data pendukung dari operator, dari regulator, terus dari hasil apa, cek yang setiap enam bulanan seperti apa," kata Soerjanto saat dihubungi, Jumat (17/4).
Soerjanto menyebut, investigator KNKT telah tiba di Pontianak. Investigator kan menuju lokasi kejadian pada Sabtu (18/4) untuk mengumpulkan data.
"Investigator KNKT baru sampai di Pontianak jam 2 siangan, karena naik pesawat jam 11-an. Teman-teman besok pagi mau menuju ke tempat lokasi kejadian, terus nanti mau ngumpul-ngumpulin data-data," ujarnya.
Pada tahap awal investigasi, KNKT akan mengumpulkan data terkait komponen helikopter. Data tersebut nantinya dibawa ke Jakarta untuk dianalisis lebih lanjut.
"Yang menjadi concern untuk komponen-komponen helikopter yang bisa dibawa untuk investigasi nanti kita kumpulkan terus nanti kita kirim ke Jakarta untuk dievaluasi lebih lanjut," sebut Soerjanto.
Selain itu, KNKT akan melakukan wawancara dengan sejumlah pihak terkait.
"Termasuk nanti interview dengan personel maintenance-nya, terus interview dengan manajemennya, terus interview dengan dispatcher-nya, terus kita juga akan berkomunikasi dengan pabrikan helikopternya," tuturnya.
Soerjanto menegaskan penyebab jatuhnya helikopter baru bisa diketahui setelah seluruh proses investigasi selesai. Durasi investigasi pun belum dapat dipastikan.





