Iran Tak Mau Gencatan Senjata Sementara, Ingin Perang di Timur Tengah Diakhiri

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Antalya, VIVA – Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan Teheran menolak gencatan senjata yang sifatnya sementara dan berupaya mengakhiri perang di seluruh kawasan Timur Tengah.

Berbicara di sela-sela Forum Diplomasi Antalya, Jumat 17 April, Khatibzadeh mengatakan gencatan senjata apa pun harus mencakup semua zona konflik “dari Lebanon hingga Laut Merah”.

Baca Juga :
IEA Ungkap Dampak Perang Iran: Butuh 2 Tahun Produksi Minyak di Kawasan Teluk Pulih
Kemlu RI Ungkap Progres Pembebasan Dua Kapal Pertamina yang Tertahan di Teluk Persia

“Kami tidak menerima gencatan senjata sementara,” katanya.

Menegaskan bahwa lingkaran konflik “harus berakhir untuk selamanya”, ia mengatakan mediasi Pakistan berupaya mencapai tujuan tersebut.

Mengenai Selat Hormuz, ia mengatakan jalur maritim itu secara historis tetap terbuka dan bisa diakses, meskipun terletak dalam teritori Iran.

Khatibzadeh menuduh AS dan Israel memicu ketidakstabilan di kawasan, dan mengatakan tindakan mereka telah berdampak negatif pada perdagangan global dan perekonomian yang lebih luas.

Dia mengatakan Iran tetap berkomitmen untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, tetapi menyebut bahwa pengaturan baru dapat diberlakukan mengingat pertimbangan keamanan dan masalah lingkungan.

Ia mengatakan bahwa penyelesaian permanen atas konflik tersebut akan memastikan Selat Hormuz tetap menjadi jalur yang aman untuk perdagangan global.

Kepala Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, telah berada di Teheran sejak Rabu 15 April, mengadakan pertemuan dengan para pejabat Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Munir juga mengadakan pembicaraan dengan para pejabat militer senior Iran sebagai bagian dari upaya mediasi yang bertujuan mengakhiri konflik.

Pada 8 April, Pakistan menjadi tuan rumah negosiasi Iran-AS, yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan—pasca serangan militer yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran, akhir Februari lalu. (Ant)

Baca Juga :
Pemimpin Negara Teluk Sebut Perundingan Damai AS-Iran Butuh Waktu 6 Bulan
Imbas Konflik Iran, AS Kekurangan Senjata hingga Tunda Kiriman ke Eropa
Meroket US$33,47, Harga Minyak Mentah RI Tembus US$102,26 Per Barel di Maret 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming BRI Super League: Arema FC Vs Persis
• 3 jam lalubola.com
thumb
Tak Bisa Hadir Peringatan Dharma Santi Tahun 2026, Prabowo Minta Maaf ke Masyarakat Bali
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Satgas Gakkum Bareskrim Polri Bongkar Impor Ilegal Bawang dan Cabai Kering di Pontianak Selatan
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Mantan Suami Bunuh Istri di Tangsel, Ditembak Polisi saat Ditangkap
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Harga Emas Kembali Mengamuk, Pesta Pora Babak Baru Dimulai
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.