TABLOIDBINTANG.COM - Menjelang tonggak setengah abad, Jazz Goes To Campus (JGTC) 2026 menghadirkan gebrakan baru lewat format “The City Series”. Inovasi ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperluas cara publik menikmati musik jazz, sekaligus membuatnya lebih relevan dengan kehidupan urban masa kini.
Musisi sekaligus panelis Candra Darusman menilai konsep ini bukan sekadar perubahan format, melainkan upaya menghadirkan jazz ke ruang yang lebih dekat dengan masyarakat luas.
“The City Series ini dirancang sebagai rangkaian kegiatan yang berjalan paralel dengan Jazz Goes To Campus di kampus. Formatnya berseri, dan kami rencanakan seri berikutnya akan kembali hadir pada akhir Juli,” ungkap Candra Darusman saat kick off JGTC 2026 di PARLE, kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/4).
Berbeda dari sebelumnya, JGTC tahun ini menggabungkan talkshow dan konser dalam satu rangkaian acara. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman baru bagi penikmat musik, sekaligus membuka perspektif lebih luas tentang jazz.
Candra menegaskan bahwa selama ini jazz kerap dipandang sempit, hanya sebatas jazz pop. Padahal, genre ini memiliki spektrum yang jauh lebih luas.
“Kami juga ingin menegaskan bahwa jazz tidak hanya terbatas pada jazz pop, tetapi juga mencakup spektrum yang lebih luas, termasuk mainstream jazz," kata Candra.
“Tahun ini, penyelenggaraan The City Series juga memiliki keterkaitan dengan momentum perayaan HUT DKI Jakarta,” tambah Candra.
Tak hanya menjadi ajang hiburan, The City Series juga dirancang sebagai ruang refleksi. Talkshow yang membuka rangkaian acara akan mengangkat perjalanan JGTC menuju usia 50 tahun, sekaligus membahas arah masa depan musik jazz di Indonesia.
“Diskusi ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut dua momentum besar: 50 tahun Jazz Goes To Campus pada 2027 dan 500 tahun Kota Jakarta,” jelas Candra.
Diskusi tersebut akan menghadirkan tokoh lintas generasi seperti Rano Karno, Chico Hindarto, hingga Sri Harnurga, yang akan membahas perkembangan jazz, termasuk proses asimilasi dengan identitas lokal seperti unsur Betawi.
Setelah sesi diskusi, acara dilanjutkan dengan konser utama yang menampilkan kolaborasi musisi papan atas. Nama-nama seperti Erwin Gutawa, Tohpati, Ari Renaldi, dan Adra Karim akan tampil bersama Bandung Jazz Orchestra serta vokalis Alonzo dan Rose Maryjane dalam format big band.




