JAKARTA, KOMPAS.com - Misi suci bagi petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 telah dimulai dengan keberangkatan 460 PPIH menuju Madinah, Arab Saudi, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten pada Jumat (17/4/2026).
PPIH yang berangkat pada kloter pertama ini tergabung dari unsur Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), TNI/Polri, petugas peliputan media, hingga elemen dari masyarakat.
Selama musim haji berlangsung, mereka akan tersebar dan ditempatkan di dua daerah kerja utama (Daker) yakni di bandara dan wilayah Madinah.
Para petugas bakal menjalankan fungsi pelayanan yang telah dibagi sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga layanan khusus bagi jemaah lansia.
Baca juga: Wamenhaj Ingatkan Petugas Haji Fokus Kerja, Jangan Sibuk Flexing di Medsos
Skema kontingensiWakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak bahwa pemerintah menyiapkan skema kontingensi atau kedaruratan untuk perlindungan jemaah haji yang berangkat di tengah situasi geopolitik di Timur Tengah.
Karena itu, kelompok terbang (Kloter) pertama petugas haji yang diberangkatkan didominasi oleh tim perlindungan jemaah atau Linjam yang berisikan petugas haji dari unsur TNI dan Polri.
Selain Linjam, petugas yang diberangkatkan juga mencakup tenaga pendukung seperti wartawan yang akan ditempatkan di bandara.
"Ini kan sebagian besar yang berangkat pertama adalah tim Linjam, dan mereka terdiri dari TNI, Polri, kemudian ada teman-teman wartawan yang juga bertugas, dan teman-teman yang bertugas di bandara," ucapnya.
Dahnil menegaskan, keberadaan Tim Linjam sangat penting untuk mendukung pelaksanaan rencana kontingensi apabila terjadi kondisi darurat karena konflik Timur Tengah.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Skema Kedaruratan, Petugas Haji Kloter Pertama Berisi Tim TNI-Polri
"Jadi memang untuk kontingensi plan atau kemudian Jadi memang untuk kontingensi plan atau kemudian kedaruratan nanti di sana tim akan dipersiapkan," kata dia.
Misi suci bagi bangsa dan agamaSebelum keberangkatan, Dahnil menyampaikan pesan agar seluruh petugas haji menguatkan komitmen untuk menjalankan tugas mulia bagi bangsa dan agama di Tanah Suci.
"Ini adalah misi suci buat diri anda semuanya, buat keluarga anda, buat bangsa dan tentu buat agama. Ini adalah kebanggaan yang harus kita tunaikan. Hari ini anda akan berangkat, ada harapan dari banyak orang," ujar Dahnil.
Dia menuturkan, Presiden RI Prabowo Subianto menaruh harapan besar kepada petugas jemaah supaya dapat melaksanakan tugas dengan baik.
Menurut Dahnil, PPIH merupakan ujung tombak keberhasilan penyelenggaraan haji sehingga amanah besar dari negara, jemaah haji, dan masyarakat yang tidak boleh dikhianati.
Baca juga: Sempat Terkendala, Wamenhaj Pastikan Masalah Visa Petugas Haji Rampung
"Banyak harapan dititipkan pada kita. Ujung tombak dari suksesnya haji 2026 ini adalah Anda semuanya," tutur dia.





