Pemprov DKI Jakarta berhasil menangkap ikan sapu-sapu sebanyak 68.880 ekor dengan berat sekitar 6,98 ton dalam sehari. Bisakah puluhan ribu ikan tersebut dimanfaatkan?
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok menerangkan belum ada kajian resmi ikan sapu-sapu aman dikonsumsi. Dia menyebut kadar logam pada ikan sapu-sapu berlebihan.
"Untuk dimanfaatkan belum bisa, sebelum ada kajian resmi yang menyatakan bahwa ikan tersebut aman untuk dikonsumsi atau dijadikan pakan ternak. Karena residu logam berat di atas ambang batas," ujar Hasudungan saat dihubungi, Sabtu (18/4/2026).
Dengan begitu, untuk sementara ikan-ikan sapu tersebut dimusnahkan. Ribuan ikan itu langsung dikubur usai dibunuh.
"Dimatikan dulu, setelah itu dikubur," katanya.
Sebelumnya, penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan secara serentak di lima wilayah DKI Jakarta. Total terdapat 68.800 ikan sapu-sapu seberat 6,9 ton yang ditangkap untuk dimusnahkan.
"Berdasarkan data yang dihimpun, total ikan sapu-sapu yang ditangkap mencapai 68.880 ekor dengan berat sekitar 6,98 ton," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta adalah Hasudungan A Sidabalok saat dimintai konfirmasi, Jumat (17/4).
Ia mengatakan wilayah dengan hasil tangkapan terbesar adalah Jakarta Selatan (Jaksel), yakni sebanyak 63.600 ekor dengan berat mencapai 5,3 ton. Penangkapan dilakukan di kawasan Pintu Air Outlet Setu Babakan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa.
Sementara itu, di Jakarta Timur (Jaktim) tercatat 4.128 ekor ikan dengan berat 825,5 kg yang ditangkap di 10 titik kecamatan. Di Jakarta Pusat (Jakpus), petugas menangkap 536 ekor dengan berat 565 kg di tujuh titik kecamatan.
Untuk wilayah Jakarta Utara (Jakut), sebanyak 545 ekor ikan dengan berat 271 kg berhasil diamankan dari saluran penghubung RW 06, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading.
"Sedangkan di Jakarta Barat, 71 ekor ikan dengan berat 17 kg ditangkap di Kali Anak TSI, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng," ungkapnya.
(azh/idn)





