Presiden Aoun: Lebanon Bukan Arena Perang Asing

tvrinews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews-Beirut

Menyusul gencatan senjata dengan Israel, Presiden Joseph Aoun menegaskan komitmen menjaga kedaulatan nasional dan mengakhiri status Lebanon sebagai bidak politik.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menegaskan babak baru bagi masa depan negaranya dengan menyatakan bahwa Lebanon tidak lagi bersedia menjadi medan tempur bagi kepentingan kekuatan luar. 

Pernyataan ini disampaikan dalam pidato televisi nasional pada Jumat 17 April 2026 waktu setempat, menyusul pemberlakuan gencatan senjata dengan Israel.

Dalam pidato yang emosional namun tegas tersebut, Presiden Aoun menggarisbawahi transformasi politik Lebanon. 

Ia menyatakan bahwa negara itu bukan lagi "bidak dalam permainan siapa pun, atau arena bagi perang siapa pun, dan kami tidak akan pernah menjadi seperti itu lagi."

Transisi Menuju Stabilitas Permanen

Pidato ini muncul hanya satu hari setelah kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari diumumkan. 

Kesepakatan tersebut memberikan ruang bernapas bagi warga sipil setelah eskalasi konflik yang bermula pada 2 Maret lalu, yang telah mengakibatkan lebih dari 2.200 korban jiwa dan memaksa satu juta orang mengungsi dari kediaman mereka.

Aoun menekankan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah mengonversi gencatan senjata sementara menjadi stabilitas jangka panjang.

"Kami sedang memasuki fase transisi dari upaya gencatan senjata menuju pengerjaan perjanjian permanen yang menjaga hak-hak rakyat kami, kesatuan tanah kami, dan kedaulatan bangsa kami," ujar Presiden Aoun.

Diplomasi dan Kedaulatan Nasional

Meskipun pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel di Washington sempat memicu perdebatan domestik, 

Presiden Aoun membela langkah diplomasi tersebut sebagai bentuk kekuatan, bukan kelemahan atau konsesi. 

Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak internasional yang memfasilitasi penghentian permusuhan, secara khusus menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan negara-negara Arab, terutama Arab Saudi.

Presiden menjanjikan bahwa setiap kesepakatan yang dicapai di masa depan tidak akan melanggar hak-hak kedaulatan atau menyerahkan sejengkal pun tanah Lebanon.

"Tujuan kami jelas: menghentikan agresi Israel terhadap tanah dan rakyat kami, memperoleh penarikan mundur pasukan Israel, memperluas otoritas negara atas seluruh wilayahnya melalui kekuatannya sendiri, serta memastikan pemulangan keluarga kami ke rumah mereka dengan aman, bebas, dan bermartabat," tegasnya.

Meski gencatan senjata telah berlaku, situasi di perbatasan selatan masih dibayangi ketegangan. 

Israel dilaporkan masih menduduki beberapa wilayah di Lebanon selatan. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya menyatakan bahwa pasukannya tidak akan segera menarik diri selama periode gencatan senjata berlangsung.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Pembunuhan Seorang Wanita di Tangsel, Pelaku Kini Diamankan
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Iran Buka Selat Hormuz, Begini Kondisi Sebenarnya di Lokasi
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemerintah Aceh Barat Pastikan 49 Hunian Tetap Siap Dibangun untuk Warga Terdampak Bencana
• 42 menit lalupantau.com
thumb
Kolaborasi Kemenpora dan Kemendiktisaintek Diteken, Pengembangan Olahraga Kampus Diperkuat Secara Menyeluruh
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Pelajar Tewas Terlindas Truk Tronton saat Berangkat Sekolah di Semarang
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.