Program Makan Bergizi Perkuat Ekonomi Akar Rumput

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Jakarta

Survei Poltracking mencatat tingkat kepuasan publik mencapai 75,1 persen di tengah efektivitas serapan produk lokal.

Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan signifikansi dampak terhadap stabilitas ekonomi domestik dan penguatan daya beli masyarakat. 

Berdasarkan data terbaru dari Poltracking Indonesia, inisiatif ini menjadi instrumen krusial dalam menjaga sentimen positif publik terhadap performa pemerintahan Presiden Prabowo- Wapres Gibran.

Dalam laporan survei nasionalnya, Poltracking Indonesia mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan publik berada pada level solid sebesar 75,1 persen. 

Dari angka tersebut, kepuasan terhadap kinerja pemerintah secara umum tercatat di angka 74,1 persen, dengan program MBG diidentifikasi sebagai katalisator utama di balik persepsi positif tersebut.

“Kami melakukan pendalaman terhadap program prioritas MBG. Data menunjukkan bahwa 88 persen publik telah mengenal program ini, dengan tingkat kepuasan spesifik mencapai 55 persen,” jelas Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, dalam keterangannya yang dikutip Sabtu 18 April 2026.

Kepastian Pasar dari Lahan Pertanian

Petani Sayur do Boyolali (Foto: Instagram bakom.ri)

Di Dukuh Pasah, Boyolali. Bagi para petani setempat, pagi hari kini tidak lagi sekadar tentang bercocok tanam, melainkan tentang memenuhi permintaan yang terukur. 

Melalui mekanisme program MBG, hasil bumi dari ladang-ladang di Boyolali kini memiliki jalur distribusi yang lebih pendek dan efisien.

Integrasi langsung antara lahan pertanian dengan dapur produksi MBG berhasil memangkas mata rantai distribusi yang selama ini cenderung merugikan produsen kecil. 

Kepastian serapan hasil panen ini memberikan stabilitas harga bagi petani di tingkat akar rumput, sekaligus menghapus ketergantungan mereka pada fluktuasi pasar yang tidak menentu. Langkah ini mempertegas peran program MBG sebagai instrumen kedaulatan pangan yang dimulai dari desa.

Ekspansi Sektor UMKM dan Rantai Pasok

Selain sektor pertanian, denyut nadi ekonomi juga mulai merambat ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pendukung lainnya. 

Berdasarkan Paantauan Bakom RI, Di Karanganyar, Jawa Tengah, geliat operasional unit pemotongan ayam seperti UD Syafina kini menjadi bagian integral dari rantai pasok program MBG.

Tukang Ayma Potong Di Karanganyar (Foto: Instagram @bakom.ri)

Peningkatan volume permintaan harian untuk memenuhi kebutuhan dapur umum tidak hanya memacu pertumbuhan kapasitas usaha tersebut, tetapi juga menciptakan efek domino bagi para pekerja dan peternak unggas di wilayah sekitar. 

Sinergi ini mengonfirmasi bahwa program MBG berperan sebagai stimulus nyata bagi ekosistem ekonomi daerah.

Keberlanjutan program ini diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan tersebut, sekaligus membuka ruang bagi lebih banyak pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam penyediaan protein berkualitas bagi generasi mendatang.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IndiHome Rilis Ultra Mesh WiFi, Cocok untuk Rumah Banyak Sekat dan Kamar
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Sebut Iran Sudah Buka Sepenuhnya Selat Hormuz
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kenaikan Biaya Produksi Tekstil Picu Ancaman PHK
• 16 jam lalueranasional.com
thumb
Euforia Warga Lebanon Rayakan Gencatan Senjata dengan Israel dengan Tembakan ke Udara | SAPA MALAM
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Seusai Menjamu Perwakilan Qatar & Saudi, Megawati Menerima Dubes Jerman
• 18 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.