JAKARTA, KOMPASTV - Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang diumumkan Amerika Serikat tak hanya membawa ketenangan sementara di lapangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi proses diplomasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Di Beirut, situasi dilaporkan mulai berangsur kondusif.
Warga Negara Indonesia yang berada di Lebanon, Irfan Afendi, menyebut aktivitas masyarakat perlahan kembali normal setelah sebelumnya sempat terganggu akibat eskalasi konflik.
“Setelah adanya pengumuman ceasefire, kondisi di Lebanon cukup lebih tenang. Warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke desa mereka, khususnya di wilayah selatan,” ujar Irfan.
Sementara itu, praktisi hubungan internasional dari Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, menilai bahwa di tengah berbagai keterbatasan, gencatan senjata ini tetap menjadi sinyal positif bagi kelanjutan diplomasi.
“Menurut saya sebenarnya ada titik terang di sini, walaupun memang masih rentan. Ini menunjukkan bahwa komunikasi antar pihak masih berjalan,” kata Dina.
Ia melihat langkah Iran yang membuka Selat Hormuz sebagai bagian dari dinamika diplomasi yang lebih luas dan bisa menjadi faktor penyeimbang dalam negosiasi.
“Iran memberi ruang bagi Amerika Serikat untuk membangun narasi, tetapi di saat yang sama tetap menjalankan proses komunikasi. Ini bagian dari strategi negosiasi,” jelasnya.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Joshua
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- dialog
- sapa pagi
- gencatan senjata





