Frederik Kalalembang Kawal Pemulangan Jenazah TKI dari Laut Eropa ke Toraja, Keluarga Ucap Terima Kasih

terkini.id
5 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Jakarta — Bekerja di perantauan selalu membawa harapan, namun juga menyimpan risiko yang tak terduga, seperti yang dialami almarhum Joni Pailin yang meninggal diperantauan.

Dalam kondisi seperti ini, jarak dan keterbatasan informasi kerap membuat keluarga berada dalam ketidakpastian, sehingga kehadiran komunikasi dan kepedulian menjadi sangat penting.

Dalam situasi itulah, kepedulian kembali ditunjukkan oleh Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang. Ia membantu proses pemulangan jenazah almarhum Joni Pailin, tenaga kerja Indonesia asal Toraja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di atas kapal MV Kendra Oldendorff saat berlayar dari Jerman menuju Rusia pada pertengahan Maret 2026 lalu.

Kabar duka tersebut awalnya diterima pihak keluarga almarhum pada malam hari dari pihak perusahaan di Jakarta. Dalam suasana berduka dan penuh ketidakpastian, keluarga hanya mengetahui bahwa jenazah masih berada di Jerman dan harus melalui proses hukum setempat, termasuk autopsi oleh kepolisian sebelum dapat dipulangkan.

Saat Harapan Menipis, Bantuan Datang dan Proses Dipercepat

Di tengah situasi yang tidak mudah, keluarga sempat ragu untuk mencari bantuan, lantaran tidak tahu harus ke mana. Namun melalui kerabatnya, Johanis yang berada di Kalimantan Utara, mereka akhirnya memberanikan diri menghubungi Frederik Kalalembang. Kekhawatiran awal pihak keluarga, takut tidak direspons, justru terjawab dengan sikap terbuka dan langkah cepat dari Frederik.

Begitu menerima informasi tersebut, Frederik segera melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jerman serta atase terkait, sekaligus memfasilitasi komunikasi antara keluarga dan pihak perusahaan.

Dengan komunikasi yang terjalin baik dengan KBRI, seluruh proses akhirnya dapat berjalan lebih terarah tanpa kendala berarti. Mulai dari proses autopsi, pengurusan dokumen, hingga pengaturan perjalanan ke Indonesia berjalan dengan lancar dan terkoordinasi.

Di sisi lain, pihak perusahaan melalui crewing director juga terus berkoordinasi dengan keluarga atas bantuan Frederik Kalalembang, termasuk dengan istri almarhum di Tarakan dan kerabat di Jerman. Setelah proses autopsi dinyatakan selesai, perusahaan melengkapi seluruh dokumen penting seperti akta kematian dan izin pemulangan jenazah.

Frederik tidak hanya berhenti pada koordinasi awal. Ia juga memantau perkembangan proses ini dari hari ke hari, memastikan setiap tahapan berjalan hingga tuntas.

“Ini masalah kemanusiaan. Saya tidak akan sungkan membantu jika memang ada yang bisa kami bantu. Jangan ragu untuk menyampaikan. Dalam kondisi seperti ini, yang penting komunikasi jangan putus,” ujar Frederik yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Toraja Nusantara (IKatNUS).

Ia juga menyampaikan pesan khusus bagi warga Toraja di perantauan agar selalu waspada dan selalu menjaga komunikasi dengan keluarga.
“Kalau ada masalah sekecil apa pun, segera sampaikan. Jangan dipendam sendiri. Di perantauan kita harus saling jaga, saling menguatkan, dan tetap berhati-hati dalam bekerja,” tambahnya.

Frederik Kalalembang turut menyampaikan belasungkawa mendalam, seraya menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat, khususnya warga Toraja di perantauan, tidak hanya di awal proses, tetapi hingga benar-benar selesai dan tuntas sampai ke kampung halaman.

Perjalanan Pulang yang Dikawal Hingga Tuntas

Setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap, jenazah Joni Pailin diberangkatkan dari Jerman menuju Jakarta. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Makassar, sebelum akhirnya tiba di Toraja pada Sabtu, 18 April 2026.

Seluruh proses pemulangan berlangsung lancar berkat koordinasi yang terjalin antara keluarga, perusahaan, serta perwakilan Indonesia di luar negeri, dengan pendampingan yang terus dijaga hingga jenazah tiba di rumah duka.

Keluarga almarhum melalui Johanis menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan Frederik Kalalembang.

“Kami hanya keluarga kecil yang sempat diliputi kebingungan dan ketidakpastian. Namun Tuhan menghadirkan pertolongan melalui Pak Jenderal Frederik Kalalembang. Perlahan, yang awalnya terasa jauh menjadi dekat, yang sulit menjadi terbuka, hingga akhirnya keluarga kami bisa kembali ke tanah kelahirannya. Terima kasih dan hormat kami yang setulus-tulusnya,” ungkap Johanis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi Tegaskan Prasasti Sapta Taruna Tak Dipindahkan dari Gedung Sate Saat Revitalisasi Berjalan
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemarin, investigasi kebocoran data gim di IGRS hingga ekosistem film
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Seruan Jerman dan Prancis Dorong Negosiasi Damai Israel-Lebanon di Tengah Gencatan Senjata 10 Hari
• 9 jam lalupantau.com
thumb
BUMD DKI Didorong Perkuat Pilar Ekonomi
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pramono Minta BUMD Jakarta Berani Ekspansi ke Luar Negeri: Tidak Jago Kandang
• 7 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.