Bogor: Peningkatan literasi politik bagi generasi muda perlu terus didorong demi masa depan demokrasi yang lebih baik. Generasi muda dinilai memiliki peran penting sebagai penentu arah bangsa ke depan.
Semangat ini menjadi dasar kegiatan pendidikan politik bertajuk Ritme Demokrasi yang digelar di Aula Sribaduga, Balai Kota Bogor, Jumat, 17 April 2026. Program ini diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor, Eko Prabowo, menegaskan penguatan literasi politik sangat penting untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam demokrasi.
"Bukan untuk mengarahkan, melainkan bagaimana generasi muda mampu menjalankan demokrasi yang berkualitas," ujar Eko.
Ia mengungkapkan tingkat partisipasi pemilih di Kota Bogor pada Pilpres 2024 mencapai sekitar 80 persen. Namun, pada Pilkada 2024 hanya sekitar 64 persen.
"Kegiatan ini menjadi langkah positif dalam proses demokratisasi, khususnya untuk meningkatkan kesadaran pemilih pemula," katanya.
Baca Juga :
Program Coaching 'Guru Berdaya' Dorong Guru Adaptif Hadapi Gen Z di Era Digital"Ini bukan untuk menggiring pilihan, tetapi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi politik," ujarnya.
Menurutnya, apatisme politik masih cukup tinggi di kalangan muda. Hal ini disebabkan anggapan bahwa politik tidak berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari, padahal setiap kebijakan berdampak nyata bagi masyarakat.
Anggota DPRD Jawa Barat, Syahrir, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai penguatan literasi politik penting untuk menjaga kualitas demokrasi.
"Generasi muda saat ini adalah penentu arah bangsa di masa depan," ujarnya.
Kegiatan pendidikan politik bertajuk Ritme Demokrasi yang digelar Bakesbangpol Jawa Barat. Bela Negara dan Literasi Digital Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Pertahanan, Indah Permata, yang menekankan pentingnya kesadaran bela negara.
"Bela negara tidak selalu identik dengan militer. Tindakan positif dalam kehidupan sehari-hari juga merupakan bentuk bela negara," jelasnya.
Sementara itu, jurnalis Metro TV, Arga Sumantri, menyoroti pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi. Anak muda diajak
Acara ini diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan anggota organisasi kepemudaan.




