Nina Saleha, Ibu Bayi yang Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Resmi Lapor ke Polisi Atas Dugaan Penculikan Bayi

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.id - Ibu bayi yang nyaris tertukar di RSHS Bandung, Nina Saleha melaporkan perawat yang menukar bayinya ke polisi.

Kasus bayi yang nyaris tertukar di RSHS Bandung, Jawa Barat memasuki babak baru. Sang korban yakni Nina Saleha resmi melaporkan pihak RS ke polisi.

Melansir Antara, Nina melaporkan seorang perawat berinisial N ke Polda Jawa Barat. Laporan itu dibuat pada Jumat (17/4/2026) kemarin.

Kuasa hukum Nina yakni Mira Widyawati menjelaskan ke publik perkara laporan itu. Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah berkonsultasi dengan Direktorat Pelayanan Perempuan Anak (PPA) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Jawa Barat sebelum melaporkan N ke polisi.

“Jadi kemarin Ibu Nina Soleha berniat untuk membuatkan LP, terlapornya perawat N dan barusan kita konsultasi dulu dengan Polda Jabar dan direkomendasikan untuk membuat laporan polisi terkait dengan Pasal 450 dan 452 KUHP,” jelas Mira.

Mira menyebutkan bahwa kasus itu mengarah ke TPPO atau Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Dikembangkan. Tadi memang arahnya ke situ (TPPO) tapi setelah didiskusikan mungkin untuk awal seperti itu dulu,” jelasnya.

Mira juga meminta RS agar membuka rekaman CCTV saat kejadian.

“Kami ingin CCTV dibuka agar tidak ada polemik. Nanti penyidik yang akan menentukan pihak-pihak mana saja yang perlu dimintai keterangan,” ujarnya lagi.

Diketahui, Nina Saleha sempat viral pasca mengungkapkan bahwa bayinya nyaris tertukar di RSHS Bandung. Ia baru saja melahirkan ketika peristiwa itu terjadi.

Saat akan membawa pulang sang bayi, Nina kebingungan ketika bayinya justru digendong orang lain. Sang bayi diserahkan kepada orang lain oleh salah satu perawat di ruang NICU Gedung Ibu dan Anak RSHS Bandung.

 

Sementara itu, melansir Tribun Jabar, Dirrut RSHS Bandung, Rachdim Dinata Marsidi mengatakan bahwa perawat tidak fokus saat kejadian pada 8 April 2026 lalu. Menurutnya, bayi Nina masuk IGD RSHS pada 5 April 2026 dalam kondisi kuning di seluruh tubuh.

Selama 3 hari, sang bayi dirawat di NICU dan akhirnya membaik sehingga diperbolehkan pulang pada 8 April 2026. RSHS mengaku sudah menghubungi ibu bayi yakni Nina Saleha namun Nina tak ada di lokasi saat itu.

“Pada saat itu terdapat dua bayi yang dijadwalkan pulang dan berada di ruangan yang sama. Ketika petugas hendak menyerahkan bayi, yang bersangkutan tidak berada di tempat," jelasnya.

Ketika itulah, petugas yang berjaga sedang melayani pertanyaan keluarga pasien lain sehingga salah memberikan bayi kepada pasien lain.

“Petugas kami segera mengambil kembali bayi tersebut sebelum sampai ke ruang susu, sehingga bayi kembali dalam penguasaan petugas dan diserahkan kepada ibu yang tepat,” jelasnya.

Rachim mengatakan bahwa masalah itu sudah diselesaikan saat hari H dan memberikan klarifikasi hingga perawat sudah dinonaktifkan.

“Karena tidak ada hal lain yang disampaikan, kami memandang persoalan ini telah selesai secara kekeluargaan,” ungkap Rachim.

"Dalam kaitannya dengan petugas kami, kami telah menonaktifkan yang bersangkutan," tutupnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ujian Sesungguhnya, Timnas Indonesia Berpeluang Hadapi Negara Top 10 Ranking FIFA di Matchday 2026
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
BCA sabet empat penghargaan mitra Surat Utang Negara dari Kemenkeu
• 39 menit laluantaranews.com
thumb
Bamsoet Apresiasi Deklarasi SW60+ untuk Hadapi Tantangan Disinformasi
• 2 jam laludetik.com
thumb
Dharma Santi 2026, Prabowo: Momentum Mempererat Persaudaraan 
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Pramono Minta BUMD Jakarta Berani Ekspansi ke Luar Negeri: Tidak Jago Kandang
• 5 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.