Fahri Hamzah Ungkap Prabowo Larang Menterinya Bicara "Asal Bapak Senang", Tuntut Kerja Nyata

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah memastikan, Presiden RI Prabowo Subianto memantau kerja menteri Kabinet Merah Putih.

Fahri menuturkan, Prabowo mengetahui jika ada bawahannya yang melaporkan data-data palsu alias omon-omon dengan dalih "asal bapak senang".

"Sudah (punya lembaga untuk ngecek). Dan beliau sudah terbuka ngomongnya. 'Jangan kalian ABS ya kan omon-omon ya kan asal bapak senang. Saya sudah enggak perlu itu lagi'," kata Fahri menirukan ucapan Prabowo, dikutip dalam podcast Gaspol! yang tayang di YouTube Kompas.com, Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: Hadiri Retret Ketua DPRD, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya, Mungkin Ada yang Tersinggung

Fahri mengatakan, Kepala Negara menuntut kerja tinggi kepada para pembantunya karena dia tidak ingin ada lagi rakyat miskin di Indonesia.

"Saya sudah tua. Saya mau meninggal dalam keadaan rakyat miskin sudah enggak ada. Jadi jangan habisin waktu saya untuk bohong-bohong untuk muji-muji," ujar Fahri, menirukan ucapan Prabowo.

Kata Fahri, Prabowo mengaku malu apabila tidak memberikan hasil yang maksimal dan tidak berprestasi selama menjabat sebagai presiden.

"Soal menjabat lagi beliau bilang, 'Saya malu kalau saya enggak berprestasi. Saya enggak berani (menjabat lagi)'. Itu luar biasa itu buat kita juga, pol (kerjanya) gitu loh," kata dia.

Baca juga: Presiden Prabowo Beri Arahan dalam Retret Ketua DPRD di Magelang Hari Ini

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Oleh karena itu, Fahri menyebut para menteri kabinet harus menyesuaikan diri dengan kecepatan dan kemampuan Prabowo.

"Dia bilang begitu cara ngomongnya. Jadi enggak ada yang apa namanya, yang membuat kita itu kesulitan, karena beliau standarnya tinggi," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Inspiratif Chreestella, Satu-satunya Peserta asal NTT Lolos Taruna Bhayangkara
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Prediksi Skor Arema FC vs Persis: Head to Head, Susunan Pemain
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Hargai Perbedaan Fatwa, Baznas Buka Peluang Sembelih Dam Haji di Indonesia
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Indonesia Jadi Tamu Kehormatan Pameran Buku Internasional ke-40 Tunisia
• 16 jam laludetik.com
thumb
BBM Non Subsidi Naik Mulai Hari ini, Pertamina Dex Tembus Rp23.900 dan Pertamax Turbo Rp19.400
• 10 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.