Layani Jemaah Haji Tiga Provinsi, Embarkasi Surabaya Matangkan Persiapan

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Embarkasi Surabaya menjadi tempat pemberangkatan haji dengan jumlah jemaah haji terbesar nasional. Wilayah layanannya mencakup tiga provinsi yakni Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Berbagai persiapan pun telah dilakukan sejak jauh hari.

Salah satu pekerjaan rumah yang baru saja dituntaskan ialah pelantikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Peran petugas haji ini sangat penting karena menjadi ujung tombak pelayanan.

Pelantikan PPIH Embarkasi Surabaya dilakukan oleh Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf di Gedung Musdalifah, Asrama Haji Surabaya, Jumat (17/4/2026). Total terdapat 23 orang yang dilantik, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai koordinator PPIH Embarkasi Surabaya 2026.

PPIH bertugas memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi jemaah agar dapat menunaikan ibadah sesuai syariat. Selain itu, membantu mewujudkan kemandirian dan ketahanan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Baca JugaTahapan Haji 2026 Tetap Sesuai Jadwal, Kloter Pertama Berangkat 22 April

Tugas tersebut bukan perkara mudah. Hal itu tidak lepas dari jumlah jemaah haji Embarkasi Surabaya yang mencapai 44.087 orang tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43.623 orang merupakan anggota jemaah haji sedangkan 464 orang lainnya adalah petugas haji di yang mendampingi setiap kelompok terbang (kloter).

Jemaah haji Embarkasi Surabaya berasal dari tiga provinsi yakni, Jawa Timur sebanyak 42.409 orang, Bali 698 orang, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) 516 orang. Hal ini menjadi tantangan yang signifikan bagi PPIH.

Seluruh jemaah haji Embarkasi Surabaya tersebut terbagi dalam 116 kloter. Adapun kloter pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji Surabaya pada 21 April 2026. Kloter pertama diberangkatkan pada 22 April 2026 bersamaan dengan pemberangkatan jemaah haji dari embarkasi lain.

Kloter pertama tersebut berasal dari Kabupaten Probolinggo, sedangkan kloter terakhir dari Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, Kota Kediri dan Surabaya. Kloter terakhir akan berangkat 20 Mei 2026.

Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya Khofifah mengatakan banyaknya jumlah jemaah haji yang dilayani serta luasnya ruang lingkup pelayanan yang meliputi tiga provinsi, menunjukkan besarnya tanggung jawab yang diemban oleh petugas haji. Oleh karena itulah, pihaknya mengajak seluruh petugas memberikan pelayanan terbaik.

Baca JugaPertama di Indonesia, Embarkasi Yogyakarta Akan Berangkatkan Jemaah Berbasis Hotel

“Pelayanan yang baik akan mencerminkan kualitas penyelenggaraan haji di Tanah Air. Apabila pelayanan PPIH baik, maka citra pemerintah juga baik, begitu pula sebaliknya. Maka mari kita berikan dedikasi terbaik,” kata Khofifah.

Agar bisa memberikan pelayanan terbaik, khofifah menekankan pentingnya seluruh petugas untuk bersinergi dan berkolaborasi, saling menghargai setiap peran, serta bekerja dengan penuh dedikasi. Pihaknya percaya, seluruh petugas haji akan memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada jemaah.

“Inilah pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, mulai aspek pelayanan, transportasi, kesehatan, hingga keamanan supaya seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji berjalan tertib, lancar, dan responsif terhadap dinamika di lapangan,” ujar Khofifah.

Selain melayani dengan baik, Menteri Sosial era Presiden Joko Widoro itu meminta  seluruh petugas PPIH melakukan inovasi dalam pelayanan, beradaptasi dengan kondisi, serta mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mengatakan sebelum dilantik petugas haji telah mengikuti pelatihan selama sebulan bahkan lebih. Hal ini bertujuan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji.

Selain menyiapkan petugas, pihaknya juga telah menyelesaikan pengurusan dokumen jemaah haji. Irfan mengklaim semua visa jamaah haji sudah keluar dan tidak ada yang bermasalah.

“Ini adalah tahun pertama kami menjalankan semua proses haji di Indonesia. Semoga seluruh rangkaian proses ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar,” ucap Irfan.

Kementerian Haji dan Umrah tahun ini menambah kuota haji untuk lanjut usia atau lansia dan penyandang disabilitas, serta kuota jemaah perempuan. Alasannya, jumlah eamaah perempuan jauh lebih banyak dibandingkan jemaah laki-laki.

“Jemaah haji perempuan sekitar 54 persen, selebihnya merupakan jemaah laki-laki,” kata Irfan.

Berdasarkan data Pusdatin Kemenhaj pada 15 April 2026, profil jemaah haji Indonesia menunjukkan keragaman yang tinggi. Dari sisi pekerjaan, jemaah didominasi oleh ibu rumah tangga sebanyak 52.717 orang, pegawai swasta 46.462 orang, PNS sebanyak 40.143 orang dan petani sebanyak 24.126. Sementara itu, dari sisi pendidikan, mayoritas jemaah merupakan lulusan sekolah dasar sebanyak 55.217, SMA/SMK sebanyak 52.796, serta berpendidikan tingi atau sarjanasebanyak 51.968.

Dari sisi usia, jemaah haji Indonesia didominasi kelompok usia 41–64 tahun, dengan jumlah laki-laki 58.461 orang dan perempuan 78.955 orang. Selain itu, terdapat pula jemaah lanjut usia di atas 65 tahun yang mencapai lebih dari 40.000 orang secara keseluruhan. Kondisi ini menegaskan pentingnya pelayanan yang adaptif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan jemaah.

“Semangat pengabdian harus sama, dengan satu standar pelayanan. Mutu layanan juga harus sama, semangat pengabdian harus sama memastikan jamaah haji Indonesia berangkat dengan aman, tenang dan terlayani dengan baik,” ucap Irfan.

Selain persiapan petugas haji, Embarkasi Surabaya juga menyiapkan menu makanan yang akan disajikan kepada para jemaah haji. Salah satunya, melakukan meal test atau uji kelayakan makanan bagi calon jemaah haji untuk penerbangan di pesawat.

Selain standar kebersihan dan keamanan makanan, juga diperhatikan terkait selera para jemaah. Contohnya, bagi yang tidak suka makanan diantisipasi dengan menyiapkan bumbu atau sambal secara terpisah.

Adapun menu makanan yang disajikan cukup variatif seperti ayam bumbu rujak, rendang daging, dan tumis sayur. Menu-menu tersebut disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah memperbaiki sejumlah fasilitas dan bangunan yang rusak di Asrama Haji Surabaya. Irfan mengatakan saat serah terima dari Kementerian Agama, beberapa bagian di Asrama Haji Surabaya kondisinya kurang bagus sehinggatidak bisa di gunakan pada tahun ini.

“Berkat kerja sama dari semua pihak termasuk Pemerintah Provinsi Jatim, sedikit-sedikit kita perbaiki. Karena waktunya sangat mepet, sebagian kecil diperbaiki,” kata Irfan.

Kemenhaj berjanji akan melanjutkan perbaikan bangunan di Asrama Haji Surabaya setelah musim haji selesai agar seluruh fasilitas bisa digunakan pada periode ibadah haji tahun depan.

Baca JugaPetugas Haji Bersiap Menuju Arab Saudi

 

 

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan Rp 281 Juta ke Ahli Waris Petugas PPSU
• 9 jam laludetik.com
thumb
Sengketa Hak Asuh di Tulungagung: Nenek Dilaporkan Anak Kandung
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polda Sumut Tangani Kasus Video Viral Penganiayaan 4 Oknum Polisi Acungkan Senjata Api Di Tempat Tukang Pangkas
• 17 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Gubernur Pramono Dorong Peran BUMD DKI Sebagai Pilar Ekonomi
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Anak Bupati Malang Buka Suara Usai Gaduh Dilantik Jadi Kepala Dinas LH
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.