Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat pembiayaan BSI OTO mengalami kenaikan sebesar 14,60 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan nilai Rp791,2 miliar, menembus penjualan 4.000 unit kendaraan dalam kurun waktu tiga bulan.
Kinerja tersebut turut mendorong pertumbuhan pembiayaan BSI secara keseluruhan yang tercatat sebesar 14,32 persen (yoy) atau senilai Rp323 triliun.
“Pertumbuhan pembiayaan kendaraan melalui BSI OTO menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan tetap tinggi, bahkan di tengah tantangan global,” kata Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
BSI melihat faktor yang mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan pada awal tahun ini salah satunya yaitu stimulus dan kebijakan pemerintah terkait kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV).
Faktor berikutnya juga termasuk meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan serta momentum Ramadhan dan Idul Fitri yang turut mendorong peningkatan daya beli masyarakat.
Baca juga: BSI ikuti kebijakan pelonggaran SLIK, permudah pengajuan KPR subsidi
Di samping itu, perseroan juga meyakini pertumbuhan positif BSI OTO turut dipengaruhi oleh berbagai program promo yang ditawarkan kepada nasabah, termasuk skema angsuran tetap hingga lunas.
“Kami optimistis tren ini akan terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat dan preferensi masyarakat terhadap layanan syariah yang memberikan kepastian serta kenyamanan bagi nasabah,” tambah Kemas.
Dengan pertumbuhan yang tetap solid pada segmen konsumer, BSI optimistis dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Ke depan, BSI menyatakan akan terus memperkuat penetrasi pembiayaan konsumer melalui inovasi produk, kemudahan layanan digital, serta kolaborasi strategis dengan berbagai mitra otomotif.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan yang mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah.
Kinerja tersebut turut mendorong pertumbuhan pembiayaan BSI secara keseluruhan yang tercatat sebesar 14,32 persen (yoy) atau senilai Rp323 triliun.
“Pertumbuhan pembiayaan kendaraan melalui BSI OTO menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan tetap tinggi, bahkan di tengah tantangan global,” kata Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
BSI melihat faktor yang mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan pada awal tahun ini salah satunya yaitu stimulus dan kebijakan pemerintah terkait kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV).
Faktor berikutnya juga termasuk meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan serta momentum Ramadhan dan Idul Fitri yang turut mendorong peningkatan daya beli masyarakat.
Baca juga: BSI ikuti kebijakan pelonggaran SLIK, permudah pengajuan KPR subsidi
Di samping itu, perseroan juga meyakini pertumbuhan positif BSI OTO turut dipengaruhi oleh berbagai program promo yang ditawarkan kepada nasabah, termasuk skema angsuran tetap hingga lunas.
“Kami optimistis tren ini akan terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat dan preferensi masyarakat terhadap layanan syariah yang memberikan kepastian serta kenyamanan bagi nasabah,” tambah Kemas.
Dengan pertumbuhan yang tetap solid pada segmen konsumer, BSI optimistis dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Ke depan, BSI menyatakan akan terus memperkuat penetrasi pembiayaan konsumer melalui inovasi produk, kemudahan layanan digital, serta kolaborasi strategis dengan berbagai mitra otomotif.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan yang mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah.





