Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Situbondo
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa pesantren harus terus berkembang dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama pendidikan.
Hal tersebut disampaikan saat kunjungan ke Pondok Pesantren Walisongo Situbondo, Jumat, 17 April 2026.
Menag menekankan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam sistem pendidikan nasional karena mampu menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pembentukan karakter.
“Pesantren harus terus berkembang dan menjawab tantangan zaman, tetapi nilai-nilai keislaman sebagai ruh pendidikan tidak boleh ditinggalkan,”kata Menag Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Sabtu, 18 April 2026.
Ia menambahkan, pesantren telah terbukti menjadi pilar penting dalam membangun peradaban bangsa. Selain mencetak generasi yang cerdas, pesantren juga berperan dalam menanamkan nilai kemandirian, disiplin, serta semangat kebangsaan.
“Pendidikan di pesantren tidak hanya soal ilmu, tetapi juga pembentukan akhlak dan karakter. Inilah kekuatan utama pesantren,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Menag juga mengapresiasi Pondok Pesantren Walisongo Situbondo yang dinilai mampu menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus beradaptasi dengan perkembangan pendidikan modern. Pesantren ini diketahui memiliki sanad keilmuan yang terhubung dengan para ulama terdahulu, sehingga tetap menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi.
Pesantren Walisongo Situbondo juga mengembangkan sistem pendidikan terpadu yang mencakup jalur formal, nonformal, dan informal. Pada jalur formal tersedia jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/MAK.
Sementara pada jalur nonformal, pesantren menyelenggarakan pendidikan diniyah mulai dari Madrasah Diniyah Ula, Wustha, hingga Ulya, serta program kesetaraan Paket B dan Paket C. Di tingkat pendidikan tinggi, pesantren ini memiliki Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Walisongo Situbondo yang fokus pada penguatan kajian Al-Qur’an.
Menurut Menag, model pendidikan terintegrasi tersebut menjadikan pesantren tetap relevan dalam menjawab kebutuhan zaman.
“Pesantren memiliki keunggulan dalam menggabungkan ilmu pengetahuan, akhlak, dan spiritualitas sebagai bekal menghadapi masa depan,”tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Agama juga memberikan bantuan sebesar Rp100 juta untuk pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di pesantren tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing.
Editor: Redaktur TVRINews





