Pusat Komando Amerika Serikat (CENTCOM) meluncurkan armada jet tempur dari kapal induk sebagai bagian dari operasi blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Irak dan Iran. Langkah militer ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, khususnya jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Dalam rekaman video yang dirilis, terlihat sejumlah jet tempur lepas landas dari dek kapal induk AS untuk memantau wilayah perairan tersebut. Operasi ini bertujuan untuk memastikan penegakan aturan maritim yang ketat di kawasan yang menjadi urat nadi energi dunia.
CENTCOM melaporkan bahwa sejak operasi dimulai, setidaknya 14 kapal telah mematuhi instruksi dalam 72 jam terakhir. Pihak otoritas militer AS menyatakan bahwa sejauh ini mereka belum melakukan tindakan penggeledahan paksa (boarding) terhadap kapal-kapal yang melintas.
Baca juga: Iran Tegaskan Kendali atas Selat Hormuz, Sebut AS dan Israel Gagal Capai Tujuan
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa jalur aman di Selat Hormuz akan tetap dibuka, namun dengan persyaratan ketat. Jalur tersebut hanya diperuntukkan bagi kapal dan tanker yang tidak memiliki tujuan ke pelabuhan Iran atau berasal dari sana. Hegseth memperingatkan bahwa setiap kapal yang gagal mematuhi instruksi akan ditangani sesuai prosedur militer yang berlaku.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan mengejutkan dengan mengklaim bahwa dirinya telah membuka kembali Selat Hormuz secara permanen. Trump menyebutkan bahwa langkah ini disambut baik oleh pemerintah Tiongkok.
Lebih lanjut, Trump mengeklaim bahwa sebagai imbalan atas Washington membuka kembali jalur tersebut, Beijing telah sepakat untuk menghentikan pengiriman senjata ke Teheran. Meski demikian, klaim sepihak dari Presiden Trump ini belum dikonfirmasi oleh otoritas resmi Tiongkok.




