Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam lebih dari 10 persen pada perdagangan Jumat pagi (17/4), menyusul keputusan Iran membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz selama masa gencatan senjata di kawasan Lebanon.
Kontrak berjangka minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei sempat merosot ke level 83 dolar AS per barel, dari posisi penutupan sebelumnya di 94,69 dolar AS.
Sementara itu, kontrak Brent untuk pengiriman Juni turun ke titik terendah 87,71 dolar AS per barel, dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di 99,39 dolar AS.
Dilansir dari Antara pada Sabtu (18/4/2026), penurunan harga ini terjadi setelah Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa jalur pelayaran bagi kapal komersial di Selat Hormuz kembali dibuka penuh.
Respons positif juga datang dari Donald Trump Presiden Amerika Serikat yang menyampaikan apresiasi atas langkah Iran tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa tekanan terhadap Teheran belum sepenuhnya dilonggarkan.
Namun ia juga mengatakan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap Iran tetap berlaku sepenuhnya hingga negosiasi kedua pihak 100 persen selesai.
Sejak akhir Februari, perairan Selat Hormuz diblokir secara de facto oleh Iran akibat konflik Timur Tengah yang disebabkan serangan AS dan Israel terhadap Iran. (ant/vve/saf/faz)




