Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Timika
Koops TNI Habema memberikan keterangan resmi guna menyikapi informasi yang berkembang di masyarakat terkait dugaan penembakan terhadap seorang anak di Papua. Penjelasan ini bertujuan memberikan pemahaman yang utuh mengenai situasi di lapangan.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat dua kejadian berbeda yang terjadi pada tanggal 14 April 2026 di lokasi yang tidak sama. TNI menegaskan bahwa kedua peristiwa tersebut tidak dapat disimpulkan sebagai satu rangkaian kejadian yang saling berkaitan.
Peristiwa pertama berlangsung di Kampung Kembru, Papua. Berawal dari laporan masyarakat mengenai keberadaan kelompok bersenjata OPM, prajurit TNI kemudian melaksanakan patroli dan pengecekan ke wilayah tersebut.
Saat tiba di lokasi, tim mendapat tembakan dari kelompok bersenjata sehingga terjadi kontak tembak. Dalam peristiwa ini, empat orang dari kelompok bersenjata OPM dinyatakan meninggal dunia.
Aparat keamanan turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya dua pucuk senjata rakitan, satu pucuk senapan angin, munisi kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm, serta satu selongsong peluru. Selain itu, ditemukan pula busur dan anak panah, parang, kapak, pedang, pisau, telepon genggam, handy talky (HT), bendera OPM, serta dokumen identitas.
Di sisi lain, kejadian kedua terjadi di Kampung Jigiunggi, Papua. Aparat TNI menerima laporan dari Kepala Kampung Venius Walia mengenai seorang anak yang meninggal dunia dengan luka tembak. TNI segera melakukan pengecekan dan mengonfirmasi adanya korban tersebut. Hingga saat ini, penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna dalam keterangannya yang diterima pada Sabtu, 18 April 2026 memberikan penegasan terkait posisi TNI dalam peristiwa di Kampung Jigiunggi.
“TNI menegaskan bahwa tidak ada aktifitas prajurit TNI Kampung Jigiunggi, saat peristiwa penembakan terhadap anak tersebut, serta kedua peristiwa terjadi di lokasi dan waktu yang berbeda, dan tidak saling berkaitan”, tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak TNI akan terus menjunjung tinggi prosedur dalam menjalankan setiap tugas di wilayah Papua.
“TNI berkomitmen untuk bertindak profesional, transparan, dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas”, ucapnya.
Editor: Redaksi TVRINews





