TNI Tegaskan Ada Dua Insiden Penembakan Berbeda di Papua, Tidak Saling Berkaitan

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – TNI menyikapi informasi yang berkembang di masyarakat terkait dugaan penembakan terhadap seorang anak di Papua. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat dua kejadian berbeda yang sama-sama terjadi pada tanggal 14 April 2026 di lokasi yang tidak sama, sehingga tidak dapat disimpulkan sebagai satu peristiwa yang saling berkaitan.

Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi menjelaskan kejadian pertama terjadi pada 14 April 2026 di Kampung Kembru, Papua, di mana berdasarkan laporan masyarakat terdapat keberadaan kelompok bersenjata OPM di wilayah tersebut. Menindaklanjuti informasi tersebut, prajurit TNI melaksanakan patroli dan pengecekan.

Baca Juga :
Andrie Yunus Surati Presiden Prabowo, Ini Isi Lengkapnya!
BGN Ungkap Alasan TNI hingga Polri Ikut Bangun Dapur MBG

"Saat tiba di lokasi, tim mendapat tembakan dari kelompok bersenjata tersebut sehingga terjadi kontak tembak. Dalam peristiwa ini, empat orang dari kelompok bersenjata OPM berhasil dilumpuhkan," ujar Agung dikutip dari keterangannya, Sabtu, 18 April 2026.

Dari lokasi kejadian, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan aktivitas kelompok bersenjata, antara lain dua pucuk senjata rakitan, satu pucuk senapan angin, munisi kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm, satu selongsong peluru, busur dan anak panah, serta berbagai senjata tajam seperti parang, kapak, pedang, dan pisau.

Barang bukti kelompok bersenjata di Papua.
Photo :
  • Dokumentasi Puspen TNI.

Selain itu ditemukan pula perlengkapan komunikasi berupa beberapa unit telepon genggam dan handy talky (HT), bendera OPM, serta dokumen identitas dan perlengkapan pribadi lainnya.

Sementara itu, kejadian kedua juga terjadi pada 14 April 2026 di Kampung Jigiunggi, Papua, yang jaraknya hampir 7 Km, cukup jauh dari Kampung Jigiunggi ini, di mana aparat TNI menerima laporan dari kepala kampung setempat mengenai adanya seorang anak yang meninggal dunia dengan luka tembak.

"TNI segera melakukan pengecekan dan memastikan adanya korban tersebut. Namun demikian, hingga saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian," tambahnya.

TNI menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan prajurit TNI dalam peristiwa penembakan terhadap anak tersebut, kedua peristiwa terjadi di lokasi yang berjauhan, waktu yang berbeda dan tidak saling berkaitan serta tidak ada kegiatan patroli TNI di Kampung Jigiunggi pada saat kejadian. TNI berkomitmen selalu bertindak secara profesional, transparan dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas.

Baca Juga :
Turki Diguncang Penembakan di Sekolah Beruntun, Sembilan Orang Tewas Belasan Luka-luka
Penembakan di Sekolah Turki Tewaskan Satu Guru-3 Siswa, Pelaku Langsung Bunuh Diri
Boni Hargens: Kolaborasi Polri, TNI, dan BIN Perkuat Stabilitas Ekonomi-Keamanan Nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komdigi Tunda Sementara IGRS Sampai Investigasi Dugaan Data Bocor Selesai
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dunia Sambut Pembukaan Kembali Selat Hormuz di Tengah Konflik AS-Iran
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Peringatan Potensi Hujan BMKG 17-23 April 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat-Ekstrem
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Dunia Tertipu Perdamaian Iran—Di Balik Layar, AS Ternyata Siapkan Konflik Lebih Besar!
• 10 jam laluerabaru.net
thumb
AVISI Dukung Ketegasan Komdigi, Perang terhadap Pembajakan Digital Kian Menguat
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.