Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Melalui skema build back better, Kementerian PU fungsionalkan ribuan jalan daerah dan jembatan di Aceh hingga Sumbar.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak cepat memulihkan infrastruktur konektivitas yang terdampak bencana di wilayah Sumatera. Hingga saat ini, mayoritas akses jalan dan jembatan telah kembali beroperasi guna mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 107 ruas jalan nasional yang terdampak bencana dilaporkan telah kembali fungsional 100 persen. Selain itu, 43 unit jembatan nasional juga telah berfungsi kembali secara penuh.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas merupakan prioritas utama dalam penanganan darurat bencana. Menurutnya, akses jalan yang terbuka sangat krusial bagi penanganan dampak sosial dan ekonomi.
"Konektivitas adalah urat nadi aktivitas sosial dan ekonomi. Dalam kondisi bencana, yang paling utama adalah memastikan akses tetap terbuka agar penanganan darurat, distribusi bantuan, dan mobilitas warga dapat berjalan," ujar Menteri Dody dalam pernyataan resminya, Sabtu, 18 April 2026.
Capaian di Berbagai Wilayah
Pemulihan infrastruktur menunjukkan hasil positif secara spasial. Di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, seluruh ruas jalan dan jembatan nasional yang terdampak telah kembali fungsional.
Tak hanya jalan nasional, penanganan pada jaringan jalan daerah juga menunjukkan progres signifikan. Dari total 2.421 ruas jalan daerah yang terdampak, sebanyak 2.277 ruas (94%) telah ditangani. Sementara untuk jembatan daerah, sebanyak 792 unit dari 1.181 jembatan (67%) kini sudah kembali beroperasi.
Solusi Jembatan Darurat
Sebagai langkah taktis di lapangan, Kementerian PU memasang jembatan darurat untuk menghubungkan wilayah yang terputus. Hingga pertengahan April 2026, tercatat sebanyak 36 unit jembatan Bailey telah terpasang di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Jembatan Bailey ini memiliki kapasitas beban hingga 30 ton dengan bentang mencapai 30 meter. Selain itu, jembatan tipe Armco juga digunakan dengan menyesuaikan kondisi geografis di lapangan.
Anggaran Bina Marga Naik Jadi Rp21,9 Triliun
Dalam jangka menengah, pemerintah memperkuat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi dengan skema build back better. Strategi ini bertujuan agar infrastruktur yang dibangun kembali memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap risiko bencana di masa depan.
Guna mendukung langkah tersebut, Kementerian PU mengalokasikan kenaikan anggaran pada sektor Bina Marga sebesar Rp7,61 triliun. Dengan penambahan ini, total anggaran melonjak dari Rp14,29 triliun menjadi Rp21,90 triliun.
"Kita tidak hanya memperbaiki, tapi membangun kembali dengan standar yang lebih kuat agar ke depan lebih tahan terhadap bencana," tegas Menteri Dody.
Kementerian PU berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait dalam proses identifikasi serta verifikasi prioritas penanganan. Dengan pemulihan akses ini, diharapkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah terdampak dapat segera normal kembali secara berkelanjutan.
Editor: Redaksi TVRINews





