Jangan Simpan Uang Banyak di Rekening, Maksimal Segini Menurut Pakar

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Tunjangan Hari Raya. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah kemudahan akses investasi saat ini, kebiasaan menyimpan dana di rekening bank mulai ditinggalkan sebagian orang. Kendati demikian, prinsip 'cash is king' dinilai masih relevan. Uang tunai tetap dipandang sebagai aset paling aman, terutama saat ekonomi tidak menentu atau krisis terjadi.

Lalu, berapa jumlah ideal uang tunai yang sebaiknya disimpan?


Para perencana keuangan umumnya menyarankan agar dana yang tersimpan di rekening cukup untuk memenuhi kebutuhan atau membayar tagihan selama satu bulan. Menyimpan uang tunai terlalu besar juga memiliki sejumlah risiko, mulai dari fraud, inflasi yang menggerus nilai uang, hingga potensi kesalahan transaksi.

"Rekening tabungan sering kali tidak memiliki perlindungan seperti kartu kredit," yang berarti bahwa "dana bisa lebih sulit untuk dikembalikan" jika kartu Anda dibobol, ucap Jessica Goedtel, perencana keuangan bersertifikat di Pennsylvania, dilansir CNBC Make It.

Pilihan Redaksi
  • Asia Ramai-Ramai Taklukkan Dolar, Rupiah Menangis Sendiri
  • Ini Alasan UMKM di Indonesia Tahan Banting

Karena itu, menimbun uang tunai dalam jumlah besar di rekening bukanlah langkah yang bijak. Bahkan, menurut Gregory Guenther, cukup simpan dana untuk kebutuhan satu hingga dua minggu saja di rekening, sementara sisanya bisa dialokasikan ke instrumen yang lebih produktif.

"Jika terlalu sedikit, Anda akan merasa cemas tentang setiap gesekan; tapi jika terlalu banyak, Anda akan kehilangan pertumbuhan dalam akun dengan imbal hasil yang lebih tinggi. Titik yang tepat bersifat pribadi, tetapi itu akan membuat Anda hidup tanpa harus memeriksa ulang saldo Anda sebelum membeli bahan makanan," tegas Gregory.

Meskipun menjaga saldo uang tunai yang sehat dapat membantu Anda terhindar dari biaya admin bank yang biasanya cukup membuat garuk-garuk kepala, dana tersebut bukanlah pengganti tabungan dana darurat.

Tabungan darurat dimaksudkan untuk pengeluaran besar yang tak terduga, seperti tagihan medis atau kehilangan pekerjaan.

Perencana keuangan biasanya menyarankan untuk menyisihkan tabungan darurat yang nilainya setara tiga hingga enam bulan di tempat terpisah yang mudah diakses, seperti rekening tabungan berbunga tinggi. Dengan begitu, uang tersedia saat Anda membutuhkannya kapanpun dan tanpa risiko.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Inflasi Australia Bulan Februari Sebesar 3,7% YoY

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kapal Harus Gunakan Jalur yang Ditentukan
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Musim Depan Persija Jor-joran Belanja Pemain, Dikabarkan Siap Borong Enam Bintang Sekaligus di Bursa Transfer
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Masyarakat Diimbau Tetap Bijak Manfaatkan Energi, Pertamina Pastikan Pasokan Nasional Aman di Tengah Gejolak Global
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Saat Pemprov DKI Gelar Operasi Anti Ikan Sapu-sapu Besar-besaran
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Usai dari AS, Indonesia Perkuat Kerja Sama Pertahanan dengan Jepang
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.