Negara Hadir Lindungi Anak Rentan Lewat Sekolah Rakyat

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kehadiran negara dalam melindungi anak-anak, khususnya dari kelompok rentan, kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan program Sekolah Rakyat yang kini terus diperluas di berbagai daerah. 

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu daerah yang menunjukkan komitmen nyata dalam menghadirkan ruang aman bagi anak-anak melalui pendidikan yang inklusif, terintegrasi, dan berorientasi pada perlindungan sosial. 

Baca Juga :
Progres Sekolah Rakyat di Nganjuk Baru 15 Persen, Menteri PU: Jangan Main-Main dengan Program Prioritas Presiden
Menteri Dody: Progres Proyek Sekolah Rakyat Surabaya Garapan Waskita Karya Sudah 45 Persen

Program ini tidak hanya menjadi instrumen peningkatan akses pendidikan, tetapi juga wujud nyata intervensi negara dalam menjamin hak dasar anak untuk tumbuh dan berkembang secara layak.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak NTB, Ahmad Masyhuri, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang secara khusus untuk menjangkau anak-anak dari kelompok paling rentan, terutama mereka yang berada pada desil terbawah tingkat kesejahteraan. 

“Sesungguhnya pembentukan Sekolah Rakyat ini adalah untuk melindungi anak-anak kita yang berada di garis terbawah kesejahteraan. Yang paling diutamakan itu desil 1 dan 2. Artinya mereka yang benar-benar tidak mampu,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 18 April 2026.

Lebih dari sekadar akses pendidikan gratis, imbuhnya, Sekolah Rakyat mengusung pendekatan holistik yang menempatkan anak sebagai subjek utama pembangunan. Lingkungan belajar yang ramah anak menjadi prioritas, dengan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis dan sosial peserta didik. 

“Sekolah Rakyat tidak hanya menampung anak dari keluarga miskin, tetapi juga anak-anak dengan latar belakang sosial kompleks, seperti korban penelantaran hingga trauma akibat peristiwa tertentu,” katanya. 

Hal ini menunjukkan bahwa negara memahami kompleksitas persoalan yang dihadapi anak-anak rentan dan meresponsnya dengan pendekatan yang lebih komprehensif.

Dari sisi fasilitas, Sekolah Rakyat dirancang dengan standar yang memadai dan modern. Seluruh kebutuhan siswa ditanggung negara, mulai dari biaya pendidikan, tempat tinggal, konsumsi, hingga sarana pembelajaran berbasis teknologi. 

“Anak-anak sudah menggunakan komputer, belajar dengan media digital, bahkan papan tulisnya sudah elektronik. Fasilitasnya sangat baik,” ungkap Masyhuri. 

Penyediaan fasilitas ini menjadi bukti bahwa negara berupaya menghapus kesenjangan kualitas pendidikan antara kelompok mampu dan tidak mampu.

Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat menjadi representasi nyata kehadiran negara dalam melindungi anak-anak dan kelompok rentan. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan, tetapi juga sebagai instrumen perlindungan sosial yang mampu memutus rantai kemiskinan. 

Baca Juga :
Percepat Penyelenggaraan Sekolah Rakyat, LAN Pastikan Dikembangkan Secara Berkelanjutan
Pemerintah Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat Melalui Integrasi Data Nasional
Mensos Wanti-wanti Tim Seleksi Sekolah Rakyat: Tidak Ada Titipan, Tak Ada Suap-menyuap!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Super League: Persija dan Borneo FC Kompak Menang, Papan Atas Masih Sengit
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Media Italia Terpukau Jay Idzes Tampil Garang, Aksinya di Lini Belakang Pantas Jadi Kunci Kemenangan Sassuolo
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Klausul 50 Persen Jadi Penghalang, Inter Milan Cari Cara Akali Juventus demi Boyong Muharemovic
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Milomir Seslija Beberkan Kekuatan Mengerikan Arema FC, Tegaskan Persis Solo Tak Gentar Hadapi Singo Edan
• 17 jam lalubola.com
thumb
Prabowo Beri Arahan di Retret Ketua DPRD se-Indonesia: Saya Ingin Bicara dari Hati ke Hati
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.