Jusuf Kalla Pertimbangkan Ini Usai Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mempertimbangkan langkah hukum usai dilaporkan ke polisi terkait dugaan penistaan agama atas ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

JK mempertimbangkan mengadukan balik para pembuat laporan dugaan penistaan agama atas nama dirinya karena merasa difitnah.

Baca Juga :
PB HMI Minta Publik Kedepankan Rasionalitas Sikapi Polemik Jusuf Kalla
Dilaporkan JK, Jawaban Rismon Sianipar Sungguh Tak Terduga

"Kami akan pertimbangkan karena kalau tidak dituntut, ini akan terulang lagi," ujar JK, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.

"Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Semua memfitnah saya," tambahnya.

Walaupun demikian, JK menyatakan menyerahkan semua itu kepada tim kuasa hukumnya. Selain itu, JK tetap tidak melarang masyarakat yang mau melaporkan dirinya kepada polisi. "Banyak masyarakat yang mau (melapor) karena tersinggung," ujarnya.

"Masyarakat tidak bisa ditahan kalau dia mau," katanya melanjutkan.

Sementara itu, JK menjelaskan bahwa dirinya hanya membicarakan perdamaian saat memberikan ceramah di Masjid UGM dan tidak melakukan penistaan agama.

"Acara di UGM itu, acara ceramah pada bulan puasa, seperti dilakukan di mana-mana, di masjid. Saya diundang, datang, karena temanya adalah perdamaian. Jadi, khususnya temanya tentang langkah-langkah ke perdamaian," jelasnya.

Oleh sebab itu, dia mengatakan sempat membahas sejumlah konflik di dunia, termasuk 15 konflik di Indonesia. "Ada konflik karena ideologi kayak Madiun, ada konflik karena wilayah kayak Timtim (Timor Timur), ada konflik karena ekonomi kayak di Aceh. Saya jelaskan satu per satu," katanya.

Selain itu, dia mengatakan sempat membahas konflik di Indonesia yang terjadi karena agama, seperti di Maluku dan Poso.

Saat membahas hal tersebut, JK menjelaskan bahwa kedua belah pihak yang berkonflik memiliki konsep terkait mati karena membela agama. Konsep tersebut dalam Islam dikenal dengan syahid, sementara pada Kristen dinamakan martir.

"Saya berada di masjid dan jamaah tidak mengerti martir. Jadi, saya katakan, ya karena hampir sama, syahid dan martir hampir sama. Cuma beda caranya," ujarnya.

"Jadi, hanya istilah saja, tetapi karena saya di masjid maka saya pakai kata syahid. Karena kalau saya pakai kata martir, jamaah tidak tahu," katanya melanjutkan.

Baca Juga :
JK Kembali Dilaporkan Terkait Dugaan Penistaan Agama Atas Ceramahnya
Riset Ungkap Kelas Menengah RI Tak Merasa Cukup Punya Satu Pekerjaan, Ini Penjelasannya
Dosen UBL Dilaporkan Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pedas! Respons Roy Suryo hingga Tifauzia soal Rismon Terima SP3 Kasus Ijazah Jokowi | PARASOT
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Kabupaten Maluku Tenggara
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Fadli Zon Dorong Percepatan Restorasi Candi Sewu dan Ratu Boko
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
KLH–Pemprov Bali Percepat Penghentian Open Dumping TPA
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Saham Prajogo Jadi Motor Penggerak IHSG hingga Melesat Pekan Ini
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.