tvOnenews.com - Euforia kelolosan ke grand final Proliga 2026 seharusnya identik dengan selebrasi dan rasa lega. Namun, suasana berbeda justru muncul dari kubu Jakarta Pertamina Enduro.
Alih-alih langsung membahas kemenangan, pelatih mereka, Bulent Karslioglu, justru melontarkan permintaan khusus yang tak biasa: mengkritik suhu panas di arena pertandingan.
Pernyataan itu bukan sekadar keluhan ringan. Dalam konferensi pers usai laga, Karslioglu secara tegas meminta perhatian terhadap kondisi venue yang dianggap mengganggu kualitas permainan.
Di tengah sorotan publik pada performa timnya, isu suhu panas justru menjadi pembuka diskusi, menunjukkan bahwa kemenangan besar pun tak lepas dari persoalan teknis di lapangan.
Kritik Pedas Karslioglu: “Suhu 30 Derajat Terlalu Panas”
Karslioglu mengawali pernyataannya dengan nada serius.
“Saya ingin semua orang di sini, tolong, tulis sesuatu tentang arenanya karena temperaturnya 30 derajat,” ujarnya kepada awak media.
Komentar ini muncul setelah Jakarta Pertamina Enduro memastikan tiket final usai mengalahkan Jakarta Popsivo Polwan dengan skor telak 3-0 (25-16, 25-14, 25-16) di GOR Jatidiri, Semarang.
Menurut pelatih asal Turki tersebut, kondisi suhu di dalam arena jauh dari ideal untuk pertandingan profesional. Ia bahkan menyoroti keterbatasan fasilitas pendingin udara.
- instagram JPEVolley
“Kita hanya punya lima pendingin udara di dalam (venue). Biasanya, di kota-kota lain ada dua pendingin di setiap sisi,” ungkapnya.
Tak berhenti di situ, ia mempertanyakan standar penyelenggaraan pertandingan.
“Kenapa kami harus bertanding dengan kondisi yang sangat panas? Kenapa para pemain tidak bisa memberi performa terbaik?” katanya.
Dalam dunia olahraga profesional, suhu ideal indoor biasanya berkisar 20–24 derajat Celsius.
Artinya, kondisi 30 derajat seperti yang disebut Karslioglu berada jauh di atas standar, dan berpotensi memengaruhi stamina serta konsentrasi pemain.
Dampak Nyata: Permainan Melambat dan Risiko Cedera
Karslioglu juga menjelaskan dampak langsung dari suhu panas terhadap jalannya pertandingan.
“Semua orang ke sini untuk apa? Pertandingan bola voli yang bagus kan? Sekarang suhu udaranya sekitar 30 derajat, itu terlalu panas,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi lapangan menjadi lebih lembap akibat keringat pemain, sehingga pertandingan beberapa kali harus dihentikan untuk pengeringan lantai.




