Penulis: Andre Arisotya
TVRINews, Surabaya
Dalam rangka memperingati semangat emansipasi perempuan pada momentum Hari Kartini, sebuah kegiatan kreatif digelar di Kota Pahlawan, Surabaya, pada Sabtu sore, 18 April 2026. Kegiatan bertajuk Beauty of Balai Pemuda ini menghadirkan ruang ekspresi seni lukis sekaligus kolaborasi inspiratif dari dua figur publik tanah air, yakni Arumi Bachsin, istri Wakil Gubernur Jawa Timur, dan Marcella Zalianty, salah satu aktris inspiratif Indonesia.
Menggunakan media masing-masing, ratusan pelukis dari berbagai kota di tanah air tampak tekun menggoreskan garis dan menyapukan warna di atas kanvas. Dengan gaya dan karakter yang beragam, para seniman ini mengabadikan sosok model istimewa, yaitu Arumi Bachsin dan Marcella Zalianty.
Keduanya tampil anggun dalam balutan busana kebaya yang dipilih khusus untuk memperingati Hari Kartini tahun 2026. Kegiatan melukis bersama atau on the spot ini bukan sekadar ajang kreativitas, melainkan juga simbol kebebasan berekspresi bagi generasi muda, khususnya perempuan dalam dunia seni rupa.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, serta budayawan sekaligus sutradara nasional, Eros Djarot. Ajang yang berlangsung di Balai Pemuda Surabaya tersebut bersifat terbuka bagi pelukis dari berbagai daerah di Indonesia tanpa dipungut biaya.
Setiap peserta diwajibkan membawa peralatan melukis sendiri, sementara panitia mendukung ketersediaan cat akrilik dalam lima warna dasar.
“Saya sangat mengapresiasi langkah pemerintah Kota Surabaya khususnya pak Eri Cahyadi, Walikota Surabaya telah sukses melaksanakan event luar biasa ini. Ini sebagai langkah mengumpulkan para seniman Kota Surabaya khususnya dan memberikan apresiasi public, kesempatan kepada mereka para seniman lokal untuk mengembangkan karya mereka,” kata Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak.
Sementara itu, pengelola Galeri Merah Putih Balai Pemuda Surabaya, M. Anis, menjelaskan bahwa ajang ini menjadi bukti bahwa eksistensi seniman di Jawa Timur tetap terjaga.
“Semangat mereka mash menyala, ini buktinya. Seniman-seniman seni lukis di Kot Surabaya dan sekitarnya . Euang ekspresi seperti inilah yang menurut saya dibutuhkan para pelaku seni agar dunia lukis dapat tetap hidup dan berkembang di Kota pahlawan,” ujar M. Anis.
Para peserta yang berasal dari kalangan remaja hingga dewasa diberikan kebebasan penuh untuk menuangkan interpretasi mereka ke dalam karya lukis.
“Meski waktunya singkat tapi teman-teman mampu menyelesaikan lukisannya dengan baik, senoga kegiatan ini intens dilaksanakan agar kta memiliki ruang bebas untuk berkarya, selain itu ajang ini juga sebagai wahana interaksi dan silaturahmi bagi kami, interaksi antara seniman, komunitas dan masyarakat dalam suasana yang santai namun syarat makna,” kata Bambang Sugiarto, pelukis asal Banyuwangi.
Setelah melalui proses kurasi dan penilaian, hasil karya terbaik rencananya akan dipamerkan di Galeri Merah Putih selama beberapa hari. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para seniman lokal dalam memperluas apresiasi publik terhadap karya-karya mereka.
Editor: Redaksi TVRINews





