Minggir Semua! Untuk Urusan Ini, China Gak Ada Lawan di Dunia

cnbcindonesia.com
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdagangan global saat ini dikuasai segelintir negara eksportir besar, namun jarak skala antarnegara sangat mencolok.

China mengekspor hampir US$3,8 triliun barang pada 2025, mempertahankan keunggulan jauh di atas Amerika Serikat dan negara lainnya. Sementara itu, Eropa secara kolektif menyumbang porsi besar ekspor dunia, dan pusat perdagangan kecil seperti Belanda serta Uni Emirat Arab (UEA) tetap tampil jauh di atas ukuran ekonominya.

Ekspor China senilai US$3,772 triliun hampir dua kali lipat ekspor AS, menegaskan dominasi negara tersebut dalam manufaktur dan perdagangan global.

Sejak liberalisasi ekonomi bertahap pada akhir 1970-an dan 1980-an, China menjalankan model pertumbuhan berbasis ekspor yang menempatkan negara itu sebagai "pabrik dunia". Saat ini, tidak ada negara yang mengirim barang ke luar negeri lebih banyak dari China.

China Kian Dominan

Ekspor China didorong banyak perjanjian perdagangan bebas, termasuk dengan Australia, Pakistan, Korea Selatan, dan blok ASEAN. Dampaknya, China kini menjadi mitra dagang terbesar bagi lebih dari setengah negara di dunia.

Meski dikenal sebagai pasar impor terbesar dunia, AS juga mengekspor lebih dari US$2,2 triliun produk beragam seperti mobil, minyak, kedelai, dan produk medis.

Mitra dagang utama AS adalah Kanada, Meksiko, China, Jerman, dan Jepang. Banyak rantai pasok Amerika Utara juga saling terintegrasi. Misalnya, komponen mobil bisa bolak-balik melintasi perbatasan AS-Kanada atau AS-Meksiko hingga 6-8 kali sebelum kendaraan selesai dirakit.

Baca: Tengah Booming, Dracin Justru Punya Banyak "Musuh" Baru di China

 

Negara Teluk seperti Arab Saudi (US$311 miliar) dan UEA (US$707 miliar) juga tampil besar berkat cadangan hidrokarbon mereka.

Produk minyak menyumbang hampir 75% ekspor Arab Saudi dan lebih dari 50% ekspor UEA, jauh di atas porsi di AS yang kurang dari 20%.

Namun ketergantungan tinggi pada minyak membuat negara-negara Teluk rentan terhadap ketegangan geopolitik dan gangguan rantai pasok di Timur Tengah, termasuk konflik yang sedang berlangsung melibatkan Iran.

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ciri-Ciri Penyakit Liver pada Perempuan
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Isu Diskon Minyak Dibantah, Rusia Ikuti Mekanisme Pasar Global
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Polisi Tangkap 2 Penikam Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Detik-Detik Bus Trans Jateng Terbakar di Semarang, Seluruh Penumpang Selamat | BERUT
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Piala Thomas dan Uber 2026: Ana/Trias Ungkap Persiapan untuk Tampil Pekan Depan
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.