Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Imbas AS Blokade Pelabuhan

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Iran menyatakan kembali menutup Selat Hormuz bagi kapal komersial dan memperingatkan bahwa setiap kapal yang mendekat akan menjadi sasaran.

Penutupan ini terjadi di tengah laporan bahwa sejumlah kapal di atau dekat selat tersebut, termasuk sebuah kapal tanker, menjadi target serangan Iran pada Sabtu (18/4/2026).

Melansir BBC, Minggu (19/4/2026), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut blokade berkelanjutan oleh Amerika Serikat sebagai alasan utama keputusan tersebut. Pernyataan ini disampaikan sehari setelah Menteri Luar Negeri Iran mengumumkan pembukaan sementara jalur pelayaran penting itu.

Presiden AS Donald Trump menegaskan Iran tidak dapat “memeras” Amerika dengan ancaman terkait jalur air tersebut. Selat Hormuz sendiri telah efektif diblokir oleh Iran selama hampir dua bulan, yang memicu lonjakan harga energi global.

Dalam pernyataan resmi pada Sabtu, Angkatan Laut IRGC memperingatkan bahwa tidak ada kapal yang boleh bergerak dari tempat berlabuhnya di Teluk Persia atau Laut Oman.

IRGC menyebut sejumlah kapal sempat melintas di bawah pengawasan mereka sejak Jumat malam, namun jalur kembali ditutup hingga AS menghentikan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Baca Juga

  • Klaim Trump Hingga Tanggapan Prancis, Inggris Cs saat Iran Buka Selat Hormuz
  • Dua Kapal Pertamina Siap Lintasi Selat Hormuz Usai Dibuka Iran
  • Harga Rerata Internet di AS Capai Rp1,67 Juta, Iran Termurah di Dunia Rp44.000

“Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi target,” demikian pernyataan IRGC.

Sebelumnya, Trump menyatakan blokade laut terhadap pelabuhan Iran akan terus berlanjut hingga tercapai kesepakatan damai antara kedua negara. Gencatan senjata selama dua pekan yang saat ini berlaku dijadwalkan berakhir pada 22 April.

Pemerintah AS mengklaim telah memaksa 23 kapal untuk berbalik sejak mulai menegakkan blokade pada 13 April. Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran kesepakatan gencatan senjata dan menegaskan pembukaan selat tidak akan dilanjutkan selama blokade masih berlangsung.

Terkait negosiasi untuk mengakhiri konflik, SNSC menyatakan proposal baru telah diajukan oleh AS dan “saat ini sedang ditinjau serta belum ditanggapi”. Perundingan damai sebelumnya yang digelar awal bulan ini berakhir tanpa kesepakatan.

“Kami memiliki pembicaraan yang sangat baik. Semuanya berjalan sangat baik,” ujar Trump pada Sabtu mengenai perkembangan negosiasi dengan Teheran.

Di lapangan, sejumlah insiden keamanan maritim juga dilaporkan terjadi pada hari yang sama. UK Maritime Trade Operations (UKMTO) menyebut dua kapal patroli Iran melepaskan tembakan ke arah sebuah tanker di selat tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gen Z Tinggalkan Smartphone, HP Jadul Jadi Pilihan
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo ke Seluruh Ketua DPRD: Partai Politik Boleh Beda, tapi Harus Cinta Tanah Air
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Breaking News: Iran Tutup Kembali Selat Hormuz karena Blokade AS
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Iran Bantah Keras Serahkan Uranium ke Trump: Sakral Bagi Kami!
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Musim Depan Persija Jor-joran Belanja Pemain, Dikabarkan Siap Borong Enam Bintang Sekaligus di Bursa Transfer
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.