Dedi Mulyadi Singgung Tren Pesta Nikah, Sang Gubernur Imbau Warga Jabar Nikah Sederhana: Jadi Raja Sehari Lalu Sengsara!

grid.id
9 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengimbau anak muda untuk nikah sederhana di KUA. Hal itu agar anak muda terhindar dari beban utang.

Seperti diketahui, pernikahan di Indonesia tidak hanya menjadi momen sakral, tetapi juga ajang perayaan besar yang sarat makna sosial dan budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, tren pernikahan mewah semakin menonjol, terutama di kalangan masyarakat urban dan figur publik.

Banyak pasangan rela mengeluarkan biaya besar demi menciptakan momen tak terlupakan. Bahkan, biaya pernikahan di Indonesia dapat mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, terutama jika digelar di ballroom hotel dengan jumlah tamu besar.

Terkait hal itu, baru-baru ini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi singgung tren pesta nikah. Dalam pernyataanya, Dedi Mulyadi imbau warga Jabar nikah sederhana di KUA alih-alih menggelar pesta mewah.

Hal itu karena Mantan Bupati Purwakarta itu tak mau para anak muda, khususnya yang berpenghasilan rendah terbebani utang lantaran menggelar pesta besar. Menurutnya, lebih baik uang yang dimiliki dipakai untuk membeli rumah atau modal usaha.

"Lebih baik tidak membuat pesta, menikahnya cukup di KUA, dan uang yang dimiliki bisa digunakan untuk masa depan pernikahan."

"Bisa untuk DP rumah, bisa untuk modal usaha, dan bisa untuk kegiatan lainnya," kata Dedi dikutip dari Instagram resminya dan telah dikonfirmasi ulang Kompas.com, Kamis (16/4/2026).

Diakui Dedi, ia banyak melihat keluarga yang memaksakan menggelar pesta besar hingga harus berutang. Tak hanya itu, ia juga melihat masyarakat rela menjual aset berharga demi menggelar pesta mewah.

"Saya melihat banyak sekali orangtua yang menikahkan anaknya, uangnya pinjam sana-sini."

"Ada yang menjual sawah, ada yang pinjam ke koperasi, ada yang pinjam ke bank, ada yang pinjam ke pinjol, ada yang pinjam ke bank emok," ujarnya.

 

Akibatnya, mereka harus menanggung utang itu setelah pesta berakhir. Tak hanya itu, beban utang itu juga tak jarang memunculkan penderitaan baru dalam rumah tangga.

"Banyak yang pada akhirnya pergi menjadi tenaga kerja di luar negeri untuk membayar utang-utang yang ditinggalkan," tuturnya.

"Prinsip hidup itu lebih baik jadi raja selamanya, daripada raja sehari sengsara selamanya," tegas Dedi.

Terkait anjuran tersebut, Dedi Mulyadi belum mengeluarkan surat edaran resmi. Meski kelak akan diterbitkan, ia menyebut surat edaran itu hanya berupa ajakan bukan kewajiban.

"Surat edarannya belum dibuatkan. Andaikata dibuatkan, sifatnya adalah ajakan atau imbauan," kata Dedi saat ditemui di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Jumat (17/4/2026) dilansir TribunJakarta.com.

Dedi mengatakan imbauan ini merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak merencanakan kegiatan dan mengatur finansial.

"Ajakan buat masyarakat yang berpenghasilan rendah."

"Mereka yang akan mengadakan kegiatan khitanan atau nikahan, sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang bersifat keriaan yang menimbulkan biaya tinggi. Dan pada akhirnya jadi beban utang," ujarnya.

"Kan kita tahu di berbagai tempat banyak orang memaksakan diri merayakan kegiatan khitanan dan nikahan menimbulkan utang yang besar sehingga menjadi problem dan menambah jumlah angka kemiskinan," pungkas sang gubernur.

Dedi Mulyadi singgung tren pesta nikah hingga imbau warga Jabar nikah sederhana di KUA, netizen langsung ramai memberi dukungan. Banyak yang setuju dengan pendapat sang Gubernur Jabar tersebut. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
157 Calon Haji Singkawang Siap Berangkat ke Tanah Suci
• 15 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Dewan Dakwah Sumbar Ajak Dai Hidupkan Semangat Natsir dan Perkuat Pembangunan Umat
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Momen 6,5 Jam Ratusan Prajurit TNI Evakuasi 8 Korban Heli Jatuh di Kalbar
• 20 jam laludetik.com
thumb
Sampah Plastik Capai 12,4 Juta Ton per Tahun
• 9 jam laludetik.com
thumb
Emosi Jusuf Kalla Terseret Kasus Ijazah: Kasih Tahu Itu Termul, Jokowi Jadi Presiden Karena Saya!
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.