REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla memberikan nasihat kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengenai ijazah dalam konteks sebagai orang yang lebih tua atau senior. Tidak ada pretensi atau kepentingan politik apa pun.
"Saya lebih tua dari dia. Jadi, sebagai orang yang lebih senior, saya nasihati," ujar JK, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.
Baca Juga
Marah dengan Blokade AS, Iran Tutup Selat Hormuz Tembaki Kapal yang Melintas
Pigai Tolak Pemolisian Feri Amsari, Sebut Ada Skenario Downgrade Pemerintah
YIS dan OK Oce Gan Latin 40 Perempuan Pelaku Usaha di Bogor
Selain itu, JK mengaku perlu menasihati karena memandang masyarakat telah berkelahi selama dua tahun terkait keaslian ijazah Jokowi.
"Kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat ini berkelahi sendiri, saling memaki masyarakat, dua tahun," katanya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
JK menegaskan dirinya dalam posisi netral dalam polemik ijazah Jokowi sehingga sempat menolak bertemu dengan pihak yang mempertanyakan keaslian dokumen tersebut, seperti Rismon Hasiholan Sianipar dan Roy Suryo.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)