Ramai-Ramai Bantu Azizah, Bocah Pencari Rongsok yang Rawat Ayah

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bantuan datang dari berbagai pihak untuk Azizah Candrasari, bocah berusia 6,5 tahun di Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta itu memikul tanggung jawab besar di usianya yang masih belia. Ia menggantikan peran ibunya mengurus rumah, ayahnya yang sedang sakit, serta adiknya Agip yang berusia 5 tahun. Ibunya telah lama pergi dan tak diketahui keberadaannya.

Kisah Azizah menjadi perhatian publik. Berbagai bantuan diberikan untuk bocah yang memiliki cita-cita sebagai polwan tersebut.

Berikut rangkumannya:

Bantuan dari Polri

Kisah Azizah ini juga sampai ke Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo. Jenderal bintang tiga itu telah meminta jajarannya untuk membantu Azizah.

"Iya, kita sudah monitor dan akan disampaikan ke Polres dan Polsek untuk membantu," kata Dedi kepada kumparan, Jumat (17/4).

Namun Dedi tidak merinci bantuan seperti apa yang akan diberikan.

Diasuh Yayasan Bumi Damai

Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai di Kotagede, Yogyakarta, juga ikut membantu Azizah. Yayasan itu kini merawat Azizah dan adiknya.

Yayasan tersebut milik Ipda Ali Nur Suwandi atau akrab disapa Bon Ali, Kanit Provos Polsek Kotagede, Polresta Yogyakarta.

"Saya sudah koordinasi dengan dinas DP3AP2 untuk di tindak lanjut. Sudah dijangkau mas oleh DP3AP2 Kota dan dua anaknya sudah di Yayasan Bumi Damai," kata Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih, dikonfirmasi, Sabtu (18/4).

Bon Ali saat dikonfirmasi membenarkan Azizah dan adiknya sudah di yayasannya.

"Sudah di yayasanku. Sudah di Rumah Singgah Bumi Damai," kata Bon Ali.

Bon Ali mengatakan kasihan jika Azizah dan adiknya tetap di kos. Pasalnya, kos tersebut berada di tepi Sungai Gajah Wong dan dinilai berbahaya.

"Mesakke (kasihan) di sana rawan. Depannya kan sungai kalau anak kecil bisa kecemplung kan bahaya," katanya.

Tak hanya dirawat, di yayasan tersebut kedua bocah ini akan mendapatkan pendidikan formal sama dengan anak-anak yang selama ini tinggal di Yayasan Bumi Damai.

"Harapan kita, kita bersama-sama untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang lagi kesusahan tentunya supaya masyarakat itu hatinya biar tenang, biar damai, tenteram," kata Bon Ali.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Surabaya Jadi Barometer Mind Sport Nasional! Domino Bertransformasi Menjadi Olahraga Prestasi
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Belajar Humor dari Pater Mathias Wolff, SJ
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Momen Keisuke Honda Ramah dan Sabar Ladeni Doorstop di Mixed Zone SUGBK meski 3 Kali Terinterupsi Pengumuman Stadion
• 22 jam lalubola.com
thumb
Parma Tundukkan Udinese 1-0, Amankan Jarak dari Zona Degradasi
• 16 jam lalupantau.com
thumb
JK Tegaskan Ceramahnya di UGM Tak Bicarakan Dogma Agama
• 23 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.