Thailand Kukuhkan Diri sebagai Basis Produksi Isuzu Lewat Investasi Baru

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dewan Investasi Pemerintah Thailand secara resmi menyetujui kucuran investasi senilai 15 miliar baht (sekitar US$468 juta/17 juta triliun) dari Isuzu Motors melalui entitasnya, Isuzu Motors (Thailand) Company Ltd.

Langkah ekspansif ini diambil guna mendongkrak daya saing operasional perusahaan di Negeri Gajah Putih.

Sekretaris Jenderal BOI, Narit Therdsteerasukdi, mengonfirmasi bahwa subkomite evaluasi proyek di lembaganya telah memberikan persetujuan terhadap dua proposal yang diajukan oleh Isuzu.

Proposal tersebut memuat langkah-langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan kualitas operasi manufaktur otomotifnya.

Investasi bernilai besar ini diproyeksikan akan semakin mengukuhkan posisi Thailand sebagai salah satu pusat produksi global utama bagi Isuzu. Secara rinci, dana tersebut akan dialokasikan untuk beberapa fokus pengembangan, antara lain:

Peningkatan otomatisasi melalui perluasan penggunaan sistem robotik pada lini produksi:

  1. Pembaruan teknologi untuk memenuhi standar emisi Euro 6 yang lebih ketat
  2. ransisi energi bersih melalui peningkatan penggunaan energi ramah lingkungan, termasuk instalasi pembangkit listrik tenaga surya.

Terkait upaya otomatisasi, pihak manajemen Isuzu merinci bahwa pembaruan akan difokuskan pada sejumlah proses manufaktur krusial, meliputi pengelasan sasis dan bodi, pengecatan, hingga perakitan kendaraan tahap akhir. Optimalisasi teknologi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan, tetapi juga menekan biaya produksi secara signifikan.

Sebagai informasi, Isuzu saat ini merupakan produsen kendaraan terbesar kedua di Thailand, tepat di bawah Toyota. Posisi ini diraih berkat dominasi dan rekam jejak operasional yang kuat di segmen truk dan kendaraan komersial.

Sepanjang tahun lalu, Isuzu tercatat memproduksi hampir 172.000 unit kendaraan di Thailand. Dari jumlah tersebut, segmen truk pikap menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi sekitar 76 persen dari total produksi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Tata Kelola, Bank Sumsel Babel Lelang Aset di Tiga KPKNL
• 59 menit lalubisnis.com
thumb
Banjir Rendam Dua Kampung di Way Kanan, Puluhan Rumah Terdampak
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Prabowo Cek Gudang Bulog di Magelang, Pastikan Stok Beras dan Distribusi Aman
• 16 jam laludetik.com
thumb
Wondr Kemala Run 2026 Ajak Masyarakat Sehat Sambil Berbagi
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Waspada Hujan Lebat di Jakarta hingga 21 April 2026
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.