TABLOIDBINTANG.COM - Seorang pria berinisial A ditangkap oleh Kepolisian Gangnam atas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang streamer perempuan. Penangkapan tersebut dilakukan pada 16 April 2026, setelah pihak kepolisian menerima laporan langsung dari korban.
Menurut keterangan awal dari pihak berwenang, insiden tersebut bermula dari transaksi yang dilakukan A dengan korban. Pria itu disebut membeli tiket ‘kencan’ seharga KRW 3 juta atau sekitar Rp34,74 juta. Keduanya kemudian bertemu dan menikmati makan malam di sebuah restoran di kawasan Gangnam, Seoul.
Setelah makan malam, A mengajak korban untuk melanjutkan percakapan di rumahnya. Ia bahkan sempat meyakinkan korban bahwa tidak akan terjadi kontak fisik. Namun, situasi berubah ketika mereka berada di dalam rumah.
“Dia janji tidak akan melakukan kontak fisik. Saat dia mulai menyentuhku, aku menolaknya berkali-kali tapi dia terus menyentuhku dengan paksa,” ujar korban dalam keterangannya kepada polisi seperti dikutip dari Channel A.
Dalam proses interogasi awal, A membantah tuduhan tersebut. Ia mengklaim bahwa interaksi fisik yang terjadi dilakukan atas dasar suka sama suka, bukan paksaan. Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini dan tidak menutup kemungkinan akan melakukan penahanan lanjutan guna kepentingan penyelidikan.
Nama A kemudian ramai diperbincangkan publik karena diduga merupakan Kim Jung Hoo, yang dikenal sebagai saudara laki-laki dari Jisoo, anggota grup populer BLACKPINK. Namun hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi terkait identitas tersebut.
Reaksi publik Korea pun bermunculan. Sebagian netizen mengaku tidak terlalu terkejut jika dugaan tersebut benar. Pasalnya, nama Kim Jung Hoo sebelumnya sempat dikaitkan dengan kasus serupa.
Seorang mantan pegawai bahkan pernah mengungkap pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya. Ia menuduh Kim Jung Hoo diam-diam merekam hubungan intim mereka tanpa persetujuan.
“Aku tak bisa percaya apa yang dia lakukan. Setelah kejadian itu, dia memperlihatkan video itu kepada teman-temannya dan bilang bahwa dia merekam video serupa dengan perempuan lain. Aku sangat malu dan takut sampai badanku membeku,” ujar perempuan itu via BLIND.
Sayangnya, pengakuan tersebut tidak berlanjut ke proses hukum karena tidak ada laporan resmi yang diajukan saat itu. Kasus pun sempat menghilang tanpa kejelasan.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dan publik menunggu kepastian identitas serta perkembangan terbaru dari kasus ini.




