Kinerja Kuat Anthropic Picu Keraguan Investor terhadap Valuasi OpenAI

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Valuasi OpenAI yang mencapai USD852 miliar atau setara Rp14.600 triliun kini dipertanyakan sejumlah pihak, bahkan oleh investornya sendiri.

Kinerja Kuat Anthropic Picu Keraguan Investor terhadap Valuasi OpenAI. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Valuasi OpenAI yang mencapai USD852 miliar atau setara Rp14.600 triliun kini dipertanyakan sejumlah pihak, bahkan oleh investornya sendiri.

Hal itu terjadi di tengah meningkatnya kinerja dan popularitas Anthropic, salah satu pesaing utama OpenAI di industri kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga:
OpenAI Galang Dana Rp2.070 Triliun, Rekor Terbesar di Silicon Valley

Dilansir dari TechCrunch pada Minggu (19/4/2026), pendapatan tahunan Anthropic melonjak signifikan dari USD9 miliar (Rp154,5 triliun) pada akhir 2025 menjadi USD30 miliar (Rp515 triliun) per Maret, yang sebagian besar didorong oleh tingginya permintaan terhadap perangkat lunak coding buatannya.

Seorang investor yang menanamkan modal di kedua perusahaan tersebut menyebutkan kepada The Financial Times bahwa untuk membenarkan putaran pendanaan OpenAI saat ini, diperlukan asumsi valuasi IPO minimal USD1,2 triliun (Rp20.599 triliun). Hal ini membuat valuasi Anthropic yang berada di kisaran USD380 miliar (Rp6,52 triliun) terlihat relatif lebih murah.

Baca Juga:
OpenAI Rilis Paket Pro Baru, Harganya Rp1,7 Juta per Bulan

Kondisi di pasar sekunder menunjukkan tren serupa, di mana permintaan terhadap saham Anthropic meningkat tajam, sementara saham OpenAI justru diperdagangkan dengan harga diskon.

Di sisi lain, CFO OpenAI Sarah Friar menepis keraguan tersebut. Ia menyatakan kepada FT bahwa penggalangan dana sebesar USD122 miliar (Rp2,09 triliun), salah satu yang terbesar dalam sejarah, merupakan bukti kuat atas kepercayaan investor terhadap perusahaan.

Baca Juga:
OpenAI Kucurkan Rp343 Triliun ke Startup Chip Cerebras

Namun, tidak semua pihak sepakat. Presiden Sapphire Ventures, Jai Das, menilai OpenAI bisa menjadi "Netscape-nya AI," merujuk pada perusahaan peramban internet yang pernah dominan namun akhirnya tersaingi oleh Microsoft dan diakuisisi oleh AOL. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca BMKG Wilayah DKI Jakarta Minggu 19 April 2026, Hujan Ringan di Sore Hari
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Jusuf Kalla Nilai Dirinya Dilaporkan ke Polisi usai Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi Tangkap 2 Penikam Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Sukses Transformasi Perbankan, Dirut Bank Jatim Raih Penghargaan PWI Jawa Timur
• 1 jam lalurealita.co
thumb
5 Weton Diprediksi Paling Beruntung pada 20 April 2026, Rezeki Nomplok di Awal Pekan!
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.