Mantan gitaris Stinky, Ndhank Surahman Hartono, meninggal dunia pada Sabtu (18/4) lalu. Sebelum meninggal dunia, Ndhank sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Hal ini disampaikan oleh kembaran Ndhank eks Stinky, Edo Surahim. Kepada kumparan, Edo menyampaikan bahwa saudara kembarnya sempat menjalani perawatan selama tiga hari sebelum mengembuskan napas terakhirnya.
"Itu dirawat baru 3 hari," kata Edo dihubungi kumparan melalui pesan singkat, Minggu (19/4).
Edo kemudian menjelaskan bahwa pria yang satu band dengannya di Shafnat itu sempat mengalami stroke ringan. Hingga akhirnya Ndhank meninggal setelah alami pecah pembuluh darah.
"Awalnya stroke ringan, terakhir sebelum meninggal pembuluh di otak pecah," tuturnya.
Lebih lanjut, Edo memastikan bahwa jenazah mendiang Ndhank akan dimakamkan di Manado. Namun, Edo masih menunggu konfirmasi dari istri mendiang Ndhank.
"Di Manado, kapannya saya masih tunggu konfirmasi dari istrinya," ujar Edo.
Bersama Andre Taulany (vokal), Helman Maulana (Nano-gitar), Irwan Batara (bass), dan Edy Suryo Triputranto (drum), Ndhank mendirikan Stinky di tahun 1992. Ndhank juga merupakan sosok di balik terciptanya karya fenomenal Stinky seperti Mungkinkah dan Jangan Tutup Dirimu.





