Dedi Mulyadi Ungkap Nasib Siswa SMA di Purwakarta yang Acungkan Jari Tengah ke Guru: Orangtuanya Sampai Menangis

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Viral sebuah video yang memperlihatkan aksi tidak pantas sejumlah siswa terhadap seorang guru di SMA Negeri 1 Purwakarta. Insiden yang terekam dalam durasi singkat itu kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

Dalam video berdurasi 31 detik yang beredar luas, terlihat sejumlah siswa berseragam mengejek guru perempuan di depan kelas. Salah seorang siswi terlihat yang mengacungkan jari tengah dan menjulurkan lidah ke arah guru.

Dedi Mulyadi mengaku prihatin setelah mengetahui kronologi kejadian tersebut. Ia menyebut telah menerima laporan langsung dari Dinas Pendidikan terkait peristiwa yang terjadi di dalam kelas itu.

“Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan kronologisnya, saya sudah mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Pihak sekolah telah mengambil langkah awal dengan memanggil siswa yang terlibat beserta orangtua mereka. Menurut Dedi, para orangtua menunjukkan reaksi emosional dan penyesalan mendalam atas tindakan anak-anak mereka.

“Orangtuanya nangis, merasa menyesal atas tindakan anaknya,” kata Dedi Mulyadi.

Sebagai bentuk sanksi, sekolah menjatuhkan skorsing selama 19 hari kepada para siswa. Namun, kebijakan tersebut dinilai belum cukup menyentuh aspek pembinaan karakter.

Dedi Mulyadi pun mengusulkan pendekatan berbeda yang lebih bersifat edukatif. Ia menyarankan agar hukuman dialihkan menjadi kegiatan kerja sosial di lingkungan sekolah, seperti membersihkan halaman dan toilet secara rutin.

“Saya memberikan saran, anak itu tidak skorsing selama 19 hari, tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet,” ujarnya.

Menurutnya, hukuman semacam ini lebih efektif karena tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga menanamkan tanggung jawab dan kedisiplinan. Ia bahkan menyebut durasi hukuman dapat berlangsung antara satu hingga tiga bulan, tergantung perubahan perilaku siswa.

Lebih jauh, Dedi menekankan bahwa tujuan utama dari pemberian sanksi adalah membentuk karakter, bukan sekadar menghukum. Ia mengingatkan bahwa siswa tetap membutuhkan bimbingan dari lingkungan keluarga maupun sekolah.

Peristiwa ini menjadi refleksi penting bagi dunia pendidikan, khususnya dalam memperkuat nilai etika dan penghormatan terhadap guru. Di tengah derasnya arus digital, pembinaan karakter dinilai menjadi kunci untuk menjaga lingkungan belajar yang aman dan beradab. (nba)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Vietnam Tampil Superior di Piala AFF U-17 2026, Pemain Timnas Indonesia U-17 Tak Boleh Ciut Nyali
• 19 jam lalubola.com
thumb
BBM Nonsubsidi Naik, DPR Ingatkan Risiko Konsumsi Masyarakat Beralih ke BBM Subsidi
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Mau Kasur Harga Spesial? Merapat ke Transmart, Mumpung Banyak Diskon
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
JK Ungkap Perannya Bantu Jokowi Jadi Presiden: Saya yang Bawa ke Jakarta
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Jangan Cari Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Viral di TikTok, X, hingga Telegram! Sekali Klik Bisa Fatal Akibatnya
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.