Siswa SMA di Purwakarta Ejek dan Acungkan Jari Tengah ke Guru, Begini Kata Dedi Mulyadi

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Dedi Mulyadi menanggapi soal tindakan sekelompok siswa SMAN 1 Purwakarta yang berperilaku tidak sopan kepada gurunya.

Dalam cuplikan video yang beredar di media sosial, tampak sekelompok siswa yang mengerubungi seorang guru.

Salah satu siswa tersebut mengolok-olok guru dengan menjulurkan lidah sampai mengacungkan jari tengahnya kepada guru perempuan tersebut.

Mengetahui hal tersebut terjadi di salah satu sekolah di Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi langsung sigap menanggapinya.

Gubenernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM itu mengaku telah mendengar langsung kronologisnya dari Kepala Dinas Pendidikan setempat.

Siswa SMAN 1 Purwakarta ejek guru
Sumber :
  • Instagram @dedimulyadi71

"Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan kronologisnya saya sudah mendengarkan dari kepala dinas pendidikan," katanya, seperti dilansir Sabtu (18/4).

Selain itu, Dedi Mulyadi juga telah diberi tahu mengenai sikap yang dipilih sekolah untuk mendisiplikan siswa tersebut.

Pihak sekolah telah memanggil orangtua siswa yang bersangkutan dan mengungkapkan kronologisnya.

"Berdasarkan informasi, anak tersebut orangtuanya sudah dipanggil ke sekolah, orangtuanya nangis menyesal atas tindakan yang anaknya," kata KDM.

Untuk mendisiplikan siswa tersebut, pihak sekolah menurut penuturan Dedi Mulyadi juga telah memberi hukuman berupa skorsing selama 19 hari.

"Sekolah sudah memberikan skorsing selama 19 hari, anak itu mendapatkan bimbingannya di rumah," ujarnya.

Namun, ia berpendapat bahwa ada hukuman lain yang mungkin lebih pas untuk diterapkan suapaya siswa tersebut bisa lebih disiplin.

Untuk membentuk karakter siswa jadi lebih baik, Dedi Mulyadi menyarankan hukuman membersihkan lingkungan sekolah.

Dedi Mulyadi tanggapi siswa SMAN 1 Purwakarta yang ejek guru
Sumber :
  • Instagram @dedimulyadi71

"Ini saran mudah-mudahan sarannya bisa digunakan, tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu dalam setiap hari, dan membersihkan toilet," paparnya.

Untuk lama hukumannya,  menurut Dedi Mulyadi, sebaiknya bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan perkembangan sikap serta karakter yang ditunjukkan oleh siswa.

Tidak menutup kemungkinan, kegiatan seperti membersihkan fasilitas sekolah dapat berlangsung selama satu bulan, dua bulan, bahkan lebih lama, tergantung pada perubahan perilaku yang terlihat.

“Waktunya bisa satu bulan, dua bulan, atau tiga bulan, tergantung dari perkembangan anak itu sendiri,” jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Australia Perpanjang Pelonggaran Standar Bahan Bakar untuk Tambah Pasokan
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Jaga Ekosistem Perairan, Pemprov DKI Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-sapu
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Viral Sekelompok Siswa SMAN Acungkan Jari Tengah k Guru
• 4 jam lalurealita.co
thumb
Hasto PDIP Dukung Usulan KPK soal Pelaporan Kegiatan Pendidikan Politik Partai
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
KPKP Jamin Pemusnahan Ikan Sapu-sapu di DKI Diawasi Ketat: Langsung Dikubur
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.