Jakarta (ANTARA) - OpenAI memperkenalkan model kecerdasan artifisial baru bernama GPT-Rosalind untuk membantu para ilmuwan mempercepat pelaksanaan riset ilmu hayati, termasuk penelitian dalam bidang biologi dan penemuan obat.
Menurut unggahan di blog OpenAI pada Kamis (16/4), model kecerdasan buatan (Arificial Intelligence/AI) baru tersebut dinamai seperti Rosalind Franklin, yang risetnya membantu mengungkap struktur DNA dan menjadi fondasi ilmu biologi molekuler modern.
Penelitian ilmiah sangat bergantung pada data. GPT-Rosalind dirancang untuk membantu menyortir data sekaligus membantu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan mendapatkan persetujuan obat baru serta memasarkannya.
OpenAI dalam unggahan di blog menyampaikan bahwa butuh waktu 10 hingga 15 tahun untuk mengembangkan dan mendapatkan persetujuan obat baru di Amerika Serikat.
Menurut siaran C-net pada Jumat (17/4), GPT-Rosalind dirancang untuk meningkatkan pemilihan target riset dan menciptakan hipotesis yang lebih kuat demi eksperimen yang lebih berkualitas.
Model ini telah diuji pada topik seperti kimia organik, protein, dan genetika. Para peneliti dapat menggunakannya untuk menemukan literatur ilmiah yang relevan bagi pekerjaan mereka atau merancang eksperimen.
Baca juga: OpenAI tawarkan ChatGPT Pro pada pengembang dan pengguna intensif
Selain OpenAI, Google DeepMind juga mengembangkan banyak model AI untuk riset ilmiah. Model AI seperti AlphaFold telah membuat penciptanya meraih bagian dari Hadiah Nobel Kimia 2024.
"Bagi saya, kegunaan terbaik AI adalah untuk meningkatkan kesehatan manusia dan mempercepat penemuan ilmiah," kata CEO Google DeepMind Demis Hassabis.
Anthropic pada Januari meluncurkan Claude for Life Sciences untuk tujuan yang sama.
Beberapa ilmuwan sebelumnya menyatakan kekhawatiran tentang seberapa cepat AI memasuki ruang sains, serta memperingatkan tentang potensi kerentanan, penyalahgunaan, dan masalah representasi data dalam penggunaan model AI untuk riset.
Baca juga: AI DeepMind dari Google mampu kenali penyakit mata
OpenAI menyatakan bahwa GPT-Rosalind memiliki mekanisme pengamanan untuk melindunginya dari penyalahgunaan, seperti pembuatan senjata biologis, dan telah bekerja sama dengan berbagai organisasi teknologi bioteknologi, farmasi, dan ilmu hayati untuk mendukung riset dan penemuan ilmiah.
GPT-Rosalind kini tersedia sebagai pratinjau penelitian di ChatGPT, Codex, dan API untuk pelanggan yang memenuhi syarat melalui program akses terpercaya OpenAI.
OpenAI bekerja sama dengan pelanggan seperti Amgen, Moderna, Allen Institute, dan Thermo Fisher Scientific untuk menerapkan GPT-Rosalind di seluruh alur kerja yang mempercepat penelitian dan penemuan.
Sean Bruich, wakil presiden senior kecerdasan buatan dan data di perusahaan biofarmasi Amgen, mengatakan bahwa pekerjaan ilmiah membutuhkan ketelitian.
"Kolaborasi unik kami dengan OpenAI memungkinkan kami menerapkan kemampuan dan peralatan paling canggih mereka dengan cara baru dan inovatif yang berpotensi mempercepat cara kami menyalurkan obat-obatan kepada pasien," katanya.
Baca juga: OpenAI hadirkan fitur ChatGPT Voice pada Apple CarPlay
Baca juga: Anthropic siapkan model AI untuk tangkal serangan siber
Menurut unggahan di blog OpenAI pada Kamis (16/4), model kecerdasan buatan (Arificial Intelligence/AI) baru tersebut dinamai seperti Rosalind Franklin, yang risetnya membantu mengungkap struktur DNA dan menjadi fondasi ilmu biologi molekuler modern.
Penelitian ilmiah sangat bergantung pada data. GPT-Rosalind dirancang untuk membantu menyortir data sekaligus membantu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan mendapatkan persetujuan obat baru serta memasarkannya.
OpenAI dalam unggahan di blog menyampaikan bahwa butuh waktu 10 hingga 15 tahun untuk mengembangkan dan mendapatkan persetujuan obat baru di Amerika Serikat.
Menurut siaran C-net pada Jumat (17/4), GPT-Rosalind dirancang untuk meningkatkan pemilihan target riset dan menciptakan hipotesis yang lebih kuat demi eksperimen yang lebih berkualitas.
Model ini telah diuji pada topik seperti kimia organik, protein, dan genetika. Para peneliti dapat menggunakannya untuk menemukan literatur ilmiah yang relevan bagi pekerjaan mereka atau merancang eksperimen.
Baca juga: OpenAI tawarkan ChatGPT Pro pada pengembang dan pengguna intensif
Selain OpenAI, Google DeepMind juga mengembangkan banyak model AI untuk riset ilmiah. Model AI seperti AlphaFold telah membuat penciptanya meraih bagian dari Hadiah Nobel Kimia 2024.
"Bagi saya, kegunaan terbaik AI adalah untuk meningkatkan kesehatan manusia dan mempercepat penemuan ilmiah," kata CEO Google DeepMind Demis Hassabis.
Anthropic pada Januari meluncurkan Claude for Life Sciences untuk tujuan yang sama.
Beberapa ilmuwan sebelumnya menyatakan kekhawatiran tentang seberapa cepat AI memasuki ruang sains, serta memperingatkan tentang potensi kerentanan, penyalahgunaan, dan masalah representasi data dalam penggunaan model AI untuk riset.
Baca juga: AI DeepMind dari Google mampu kenali penyakit mata
OpenAI menyatakan bahwa GPT-Rosalind memiliki mekanisme pengamanan untuk melindunginya dari penyalahgunaan, seperti pembuatan senjata biologis, dan telah bekerja sama dengan berbagai organisasi teknologi bioteknologi, farmasi, dan ilmu hayati untuk mendukung riset dan penemuan ilmiah.
GPT-Rosalind kini tersedia sebagai pratinjau penelitian di ChatGPT, Codex, dan API untuk pelanggan yang memenuhi syarat melalui program akses terpercaya OpenAI.
OpenAI bekerja sama dengan pelanggan seperti Amgen, Moderna, Allen Institute, dan Thermo Fisher Scientific untuk menerapkan GPT-Rosalind di seluruh alur kerja yang mempercepat penelitian dan penemuan.
Sean Bruich, wakil presiden senior kecerdasan buatan dan data di perusahaan biofarmasi Amgen, mengatakan bahwa pekerjaan ilmiah membutuhkan ketelitian.
"Kolaborasi unik kami dengan OpenAI memungkinkan kami menerapkan kemampuan dan peralatan paling canggih mereka dengan cara baru dan inovatif yang berpotensi mempercepat cara kami menyalurkan obat-obatan kepada pasien," katanya.
Baca juga: OpenAI hadirkan fitur ChatGPT Voice pada Apple CarPlay
Baca juga: Anthropic siapkan model AI untuk tangkal serangan siber





