Minyakita Langka di Bogor, Pedagang Gorengan Kembali Pakai Minyak Curah

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com - Pedagang gorengan di Jalan Dewi Sartika, Kota Bogor, mengaku kembali menggunakan minyak curah karena tidak mendapatkan stok Minyakita.

Pedagang gorengan, Iwan mengatakan, kembali menggunakan minyak curah sebagai alternatif karena Minyakita sulit didapatkan.

"Saya pakai curah lagi, balik curah lagi jadinya. Sebelumnya pakai Minyakita pas awal ada tuh," kata Iwan saat ditemui Kompas.com di Jalan Dewi Sartika, Minggu (19/4/2026).

Baca juga: Jeritan Pelaku UMKM Palembang: Harga Minyak Goreng Melejit, Minyakita Kian Langka

Dirinya sudah mencari Minyakita ke Pasar Anyar sampai ke Pasar Cimahpar tetapi tidak mendapatkan minyak tersebut.

Iwan menilai, harga Minyakita tidak jelas karena barang sulit untuk didapatkan.

"Enggak jelas (harganya), biasa saya beli Rp 42.000 yang 2 liter. Itu ada sekarang Rp 45.000," jelasnya.

KOMPAS.com/REGI PRATASYAH VASUDEWA Pedagang gorengan, Arna, saat melayani pembeli di Jalan Dewi Sartika, Kota Bogor, pada Minggu (19/4/2026).

Selain itu, ia menambahkan, harga minyak curah bisa menyentuh Rp 23.000 sampai Rp 25.000 per kilo.

"Iya, mau gimana lagi itu. Curah juga sama enggak jelas. Curah ada yang Rp 24.000, Rp 25.000 ada yang Rp 23.000," tambahnya.

Baca juga: Zulhas Beberkan soal Penyebab Minyakita Sulit Ditemukan

Penjual gorengan lainnya, Arna mengaku, mengoplos minyak untuk menggoreng barang dagangannya dengan mencampur minyak milik swasta dengan Minyakita.

Dia menambahkan, mendapatkan Minyakita di wilayah Pasar Parung.

"Sampai ke Pasar Parung, cuman harus dioplos sama minyak yang mahal biar bisa tetep dagang. Dikecilin orang komen, dinaikin harganya sama aja, jadi yaudah biasa aja," ujar Arna.

Tak Ada Suplai Pasokan

Perumda Pasar Pakuan Jaya mengungkapkan, belum menyuplai pasokan Minyakita sekitar dua sampai tiga minggu.

Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan swasta untuk menyuplai Minyakita.

Namun, sekitar dua sampai tiga minggu suplai Minyakita belum kunjung datang.

"Dengan swasta kita kerja sama untuk menyediakan Minyakita. Jadi kita disuplai oleh pihak ketiga untuk disalurkan ke para pedagang. Memang sudah 2 sampai 3 minggu tidak ada suplai lagi ke kami, jadi kami juga tidak bisa suplai ke pedagang pasar," kata Jenal saat dihubungi Kompas.com, Minggu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Minyakita Langka di Pasuruan, Harga Tembus Rp 22.000 per Liter


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prediksi Manchester City Vs Arsenal: Intensitas jadi Kunci
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Perkara Uranium yang Bikin Iran dan AS Berbantah-bantahan
• 21 jam laludetik.com
thumb
Nekat Seberangi Sungai Litani, Warga Lebanon Kembali ke Rumah Usai Gencatan Senjata
• 9 menit lalukompas.tv
thumb
Kim Go Eun PDKT dengan Kim Jae Won, Yumi’s Cells 3 Bakal Seru Banget!
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
YPI Al Azhar Luncurkan Buku Biografi Prof. Jimly Asshiddiqie di Usia ke-70
• 22 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.