JAKARTA, DISWAY.ID — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan komitmen kuat terhadap integritas pelayanan haji dengan mengingatkan seluruh petugas agar tidak menyalahgunakan kewenangan dalam melayani jemaah.
Penegasan ini disampaikan saat pelantikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi se-Indonesia, yang menjadi garda terdepan pelayanan jemaah sejak dari tanah air.
Dalam arahannya, pria yang akrab disapa Gus Irfan itu menekankan bahwa petugas haji harus menjunjung tinggi kejujuran dan profesionalitas, serta menghindari segala bentuk perlakuan diskriminatif.
BACA JUGA:PPIH Arab Saudi Tiba di Tanah Suci, Siapkan Penyambutan Jemaah Kloter Pertama 22 April
“Tidak boleh ada penyalahgunaan kewenangan atau pelayanan yang diskriminatif. Petugas haji harus menjadi teladan dalam kejujuran dan akhlak pelayanan,” tegasnya dalam keterangan pers, Sabtu, 18 April 2026.
Ia mengingatkan, embarkasi merupakan titik awal kehadiran negara yang langsung dirasakan oleh jemaah.
Oleh karena itu, kualitas layanan di fase ini menjadi penentu kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan ibadah haji secara keseluruhan.
BACA JUGA:Keberangkatan Perdana Petugas Haji 2026, Wamen Dahnil Tekankan Kesiapan Mental PPIH
Pelayanan yang baik, kata dia, bukan hanya soal prosedur administratif, tetapi juga menyangkut empati dan kepedulian terhadap kondisi jemaah.
Gus Irfan secara khusus menyoroti pentingnya pendekatan inklusif dalam pelayanan. Kelompok rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, dan mereka yang memiliki kebutuhan khusus harus menjadi prioritas utama.
“Lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok rentan lainnya harus menjadi perhatian utama, bukan sekadar pelengkap,” ujarnya.
Dari sisi teknis, ia meminta seluruh PPIH memastikan kesiapan berbasis data yang akurat dan presisi.
BACA JUGA:PPIH Arab Saudi 2026 Diberangkatkan Perdana, 348 Petugas Bertolak ke Jeddah
Mulai dari kelengkapan dokumen perjalanan, penyusunan pra-manifest, pengaturan penempatan jemaah, hingga kesiapan layanan kesehatan dan distribusi logistik harus dilakukan secara cermat dan terintegrasi.
Tak hanya itu, Gus Irfan juga menekankan pentingnya pemahaman dan implementasi skema murur dan tanazul sebagai bagian dari inovasi layanan untuk memberikan kemudahan bagi jemaah, khususnya dalam kondisi tertentu di Tanah Suci.
- 1
- 2
- »





